
Heni juga menyoroti berbagai tantangan yang muncul seiring perkembangan teknologi, termasuk kebutuhan digitalisasi dalam pengelolaan protokol notaris.
Menurutnya, digitalisasi dapat menjadi solusi terhadap berbagai kendala penyimpanan dan penelusuran arsip kenotariatan, namun implementasinya harus didukung kajian akademik yang matang serta regulasi yang mampu menjamin keamanan, keabsahan, dan kepastian hukum.
Ia mengingatkan, secanggih apa pun sistem digital yang dibangun, integritas tetap menjadi faktor utama. Heni mencontohkan adanya kasus penyalahgunaan dokumen administrasi yang menunjukkan bahwa teknologi tetap memiliki celah apabila tidak dibarengi dengan moralitas dan komitmen yang kuat dari para penggunanya.
Pada sesi tanya jawab, para peserta mengajukan berbagai pertanyaan terkait kebocoran data dalam sistem digital, digitalisasi protokol notaris, tanda tangan elektronik, hingga implementasi putusan Mahkamah Konstitusi mengenai jaminan fidusia.
Menanggapi hal tersebut, Heni menjelaskan bahwa prinsip kerahasiaan akta tetap menjadi dasar utama dalam jabatan notaris dan setiap pengembangan layanan digital harus tetap menjamin perlindungan hukum serta kepastian hukum bagi masyarakat.
Ia juga mendorong para mahasiswa Magister Kenotariatan untuk aktif melakukan penelitian dan kajian akademik mengenai transformasi digital di bidang kenotariatan.
Menurutnya, hasil kajian tersebut dapat menjadi masukan berharga bagi Kementerian Hukum dalam menyusun kebijakan dan menyempurnakan regulasi yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Heni mengajak para mahasiswa untuk terus meningkatkan kompetensi, menjaga integritas, serta membangun komitmen profesional sejak dini.
Ia menekankan bahwa masa depan profesi notaris tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis, tetapi juga oleh moralitas, etika, dan kedisiplinan dalam menjalankan jabatan.
Melalui kegiatan ini, Kanwil Kementerian Hukum Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk terus mendukung penguatan profesi notaris yang profesional, berintegritas, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Ning S












