blank
Personel firefighter dari Markas Induk Damkar Kabupaten Wonogiri, berusaha mendekat ke titik kobaran api, untuk menyemprotkan air dari mobil brandweer, demi mempercepat pemadaman.(Dok.Damkar Wonogiri)
WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Kandang ternak terbakar, sapi piaraan mati terpanggang hidup-hidup. Musibah amukan jago merah ini, terjadi pada kandang ternak milik Ny Sumi, warga Dusun Kopen RT 1/RW 9, Desa Tempursari, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.

Kepala Satpol-PP Kabupaten Wonogiri Joko Susilo dan Kabid Pemadam Kebakaran (Damkar) Joko Prayitno, melalui Koordinator Lapangan (Korlap) Damkar Sriyanto Kembo, Selasa (19/5/26), menyatakan, kebakaran kandang ternak itu terjadi Senin malam (18/5/26) Pukul 20.45. Tidak ada korban jiwa, tapi seekor sapi tewas terpanggang hidup-hidup bersamaan dengan kebakaran kandangnya.

Disamping meludeskan kandang, kobaran api juga membakar rumah dapur. Pemicu kebakaran, diduga dari api bedian atau perapian yang berada di dekat kandang. Menjadi kebiasaan peternak di pedesaan, setiap datang petang, selalu membuat bedian untuk tujuan menghalau nyamuk dan demi memberikan kehangatan kepada ternak piaraannya.

Bahan perapian dari sampah dan sisa pakan ternak. Tanpa disadari, api bedian pada malam hari menyala berkobar, membakar tandon (stok) pakan ternak berupa jerami kering, yang ditumpuk di dekat kandang. Tiupan angin, membuat nyala api makin berkobar dan membakar kandang serta sebagian rumah dapur.

Sembrono

Para tetangga yang mengetahui ada kebakaran, tidak kuasa memberikan bantuan pemadaman. Sebab, di lokasi tidak tersedia cukup air. Juga tidak ada tabung Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Kejadian ini, segera dilaporkan ke Perangkat Desa dan diteruskan ke Polsek Sidoharjo. kemudian berupaya mengontak Damkar Markas Induk Wonogiri untuk meminta bantuan pemadaman.

Korlap Damkar Kabupaten Wonogiri, Sriyanto Kembo, menyatakan, ada kontak permohonan bantuan pemadaman kebakaran yang masuk ke Markas Induk. Kontak telepon itu datang dari Rio yang meminta bantuan pemadaman pada kebakaran kandang ternak.
Pada Pukul 20.45, permohonan bantuan itu segera direspon secara cepat. Yakni dengan mengirimkan dua unit mobil brandweer bersama 6 personel firefighter, terdiri atas Suswanto, Prihantoro Havid P, Anton Tri Wibowo, Anjar Teguh P, Ervin Ikhsan Purnama dan Ronny Seftyanto.

Mereka bergegas mendatangi lokasi, untuk, melakukan tindakan pemadaman api dan berlanjut pada proses pendinginan, sampai betul-betul padam. Pemadaman melibatkan personel kepolisian dari Polsek, Perangkat Desa dan masyarakat.

Pihak Damkar Kabupaten Wonogiri mengimbau kepada masyarakat, agar tidak sembrono (kurang hati-hati) dalam memperlakukan api. Termasuk ketika membuat bedian di dekat kandang. Boleh saja membuat perapian untuk mengusir nyamuk dan menghangatkan sapi, tapi itu harus senantiasa dalam pengawasan. Jangan sampai dibiarkan sehingga berkobar menjadi pemicu kebakaran.(Bambang Pur)