WONOSOBO (SUARABARU.ID)-Pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) ke-XI DPD II Partai Golkar Kabupaten Wonosobo dilakukan berdasarkan instruksi DPD I Partai Golkar Jawa Tengah.
Ketua OC Panitia Musda ke-XI DPD II Partai Golkar Wonosobo, Khakmim, Senin (11/5/2026), menyatakan instruksi pelaksanaan Musda ke-XI Partai Golkar Wonosobo dikeluarkan oleh DPD I Partai Golkar Jateng pada 28 April 2026 lalu.
“Melalui Surat Instruksi No : B 45/Golkar I/IV/2026, DPD I Partai Golkar Jateng memerintahkan kepada DPD II Partai Golkar Wonosobo untuk menggelar Musda ke-XI selambat-lambatnya pada Minggu, 10 Mei 2026,” katanya.
Menurut Khakmim, perlu diketahui karena masa jabatan Ketua DPD II Partai Golkar Wonosobo, Triana Widodo, telah habis, maka sejak bulan Januari 2026 DPD I Partai Golkar Jateng mengangkat Imam Teguh Purnomo (anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Jateng) sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD II Partai Golkar Wonosobo.
“Guna merespon Surat Instruksi dari DPD I Partai Golkar Jateng, Plt Ketua DPD II Partai Golkar Wonosobo, Imam Teguh Purnomon menggelar rapat untuk membentuk susunan panitia Musda ke-XI DPD II Partai Golkar Wonosobo,” jelas Khakmim.
Ditegaskan, Ketua Penyelenggara Musda ke-XI Partai Golkar Wonosobo adalah Agus Riyadi, yang juga menjabat sebagai Sekretaris DPD II Partai Golkar dan anggota DPRD Kabupaten Wonosobo.
“Sedangkan saya sebagai Ketua Organizing Commite (OC) dan Ungkur Sutanto menjadi Ketua Stering Commite (OC). Panitia Musda ke-XI dibentuk oleh Plt Ketua DPD II Partai Golkar Wonosobo, Imam Teguh Purnomo,” katanya.
Panitia Musda ke-XI Partai Golkar Wonosobo, imbuh dia, juga telah menggelar rapat bersama guna melakukan persiapan tehnis pelaksanaan Musda ke-XI di Gedung Golkar setempat. Rapat diikuti oleh semua jajaran panitia.
Tidak Tanggungjawab
“Hanya tanpa pemberitahuan apapun, pada H-3 pelaksanaan Musda, Plt Ketua DPD II Partai Golkar Wonosobo Imam Teguh Purnomo dan Ketua Penyelenggara Musda ke-XI Agus Riyadi menghilang tanpa keterangan yang jelas,” keluhnya.
Bersamaan dengan itu, tambah dia, dua tenaga full timer Kesekretariatan Kantor DPD II Partai Golkar Wonosobo, juga tidak masuk kerja. Keduanya, ketika dihubungi nomer WA-nya tidak aktif lagi. Didatangi ke rumahnya, dua karyawan tersebut, juga tidak ada hingga saat ini.
“Kondisi tersebut tentu membuat kami dan panitia yang lain kebingungan. Sebab, di saat persiapan tehnis mesti dilakukan dan butuh koordinasi intens, justru Imam Teguh Purnomo dan Agus Riyadi, malah loss kontak,” tutur dia.
Padahal, lanjut Khakmim, keduanya yang mestinya harus bertanggungjawab dan mengendalikan pelaksanaan Musda ke-XI Partai Golkar Wonosobo. Sementara panitia lain tiap hari standby di Gedung Golkar menunggu arahan keduanya.
“Jika ada kondisi darurat, setidaknya Plt Ketua DPD II Partai Golkar dan Ketua Penyelenggara Musda ke-XI, secara etika organisasi partai politik, menggelar rapat khusus untuk menunda, mengundur atau bahkan membatalkan waktu pelaksanaan Musda ke-XI,” sesal dia.
Situasi demikian, sebutnya, sama saja Imam Teguh Purnomo dan Agus Riyadi, lepas tanggungjawab. Akhirnya, karena persiapan pelaksanaan Musda ke-XI sudah hampir selesai 100 persen, maka panitia yang lain meneruskan agenda Musda ke-XI tetap berjalan.
“Baik dari DPD I Partai Golkar Jateng dan DPP Partai Golkar di Jakarta, juga tidak ada perintah khusus untuk menghentikan proses pelaksanaan Musda ke-XI. Maka tidak bisa Musda dianggap tidak sah dan illegal,” tegas dia.
Sebab, kata Khakmim, Musda ke-XI sesuai instruksi dari DPD I Partai Golkar Jateng dan dilaksanakan oleh Plt Ketua DPD II Partai Golkar Wonosobo. Dia yang mestinya yang bertanggungjawab atas aman, lancar dan suksesnya pelaksanaan Musda ke-XI.
“Harus ada sanksi berat terhadap Imam Teguh Purnomo dan Agus Riyadi, selaku Plt Ketua DPD II Partai Golkar Wonosobo dan Ketua Penyelenggara Musda ke-XI, yang tidak bisa melaksanakan Musda ke-XI sesuai instruksi DPD I Partai Golkar Jateng,” pinta Khakmim.
Muharno Zarka













