
Namun pihak yang kalah melakukan manuver-menuver politik, berupa serangan-serangan dari kinerja presiden/wakil presiden, bahkan sampai kearah pribadi.
Hal ini sangat memungkinkan dilakukan dan didukung oleh pernyataan-pernyataan dari tokoh-tokoh mereka di media streamming, apalagi secara sporadik mereka menggalang massa untuk melakukan demonstrasi-demonstrasi.
Republik ini selalu dihadapkan kepada kegiatan demonstrasi berkepanjangan secara fisik, dan tidak mempedulikan kepentingan orang lain, dan mungkin bisa saja dilakukan “sepanjang” lima tahun kedepan, yang harapannya melemahkan (men-downgrade) Presiden/Wakil Presiden saat ini.
Hal ini agar Presiden saat ini jika akan mengikuti kontestasi lagi sebagai incumbent, maka harapannya tidak akan dipilih oleh rakyat.
Kemudian persoalan demontrasi, ini adalah sebuah kegiatan yang dilindungi UU dan mampu mempengaruhi masyarakat, baik dilingkungan tersebut maupun masyarakat di seluruh negeri.
Mereka tentu mampu mengemas kegiatan yang awalnya dilakukan di lingkungan terbatas, namun harapannya bisa mampu terlihat dan terbaca oleh semua masyarakat melalui alat kecil yaitu Android.
Oleh karena itu Presiden/Wakil Presiden terpilih, harus bisa bekerja dengan baik sesuai dengan UU yang berlaku (sebagai rules), serta mampu menarik simpati masyarakat dalam konteks program kerja yang humanis.
Karena hal ini akan membuat peta yang riil kondisi masyarakatnya, diantaranya dapat melihat langsung dari dekat, mana yang benar-benar mencintainya atau bahkan tidak mencintai pemimpinnya.
Maka dari itu, sangat penting Presiden/Wakil Presiden pada saat ini harus bisa mengambil hati rakyat pada konsep program yang baik, yang harapannya masyarakat indonesia bisa makmur dan sejahtera.
Turun Kebawah (Turba) adalah alat paling jitu bagi para pemimpin saat ini disemua tingkatan, hal ini dapat dijadikan “Check and Balance”.
Apakah program kerjanya sudah berjalan dengan baik, atau justru ada penyimpangan ditataran pelaksanaan di lapangan. Presiden/Gubernur/Bupati/Walikota, harus terus melakukan Turba, agar masyarakat merasa di ayomi.
Ir. Tjoek Suroso Hadi, MT (Dosen PWK Fakultas Teknik Unissula, Wakil Ketua HANURA Propinsi Jawa Tengah)













