
“Dulu kami mungkin hanya melihat bapak-bapak TNI lewat televisi atau dari jauh saja. Sekarang setiap hari bisa ngobrol, makan bersama, bahkan bercanda seperti keluarga sendiri,” tuturnya penuh haru.
Menurutnya, selama hampir satu bulan pelaksanaan TMMD, warga tidak hanya menikmati pembangunan jalan dan fasilitas desa, tetapi juga merasakan tumbuhnya rasa kebersamaan yang begitu kuat.
“Bapak-bapak TNI bekerja tanpa mengenal lelah demi desa kami. Itu yang membuat warga sangat menghormati dan menyayangi mereka,” tambahnya.
Di tengah aroma nasi hangat berbalut daun pisang dan lantunan doa yang menggema dari serambi masjid desa, makna kemanunggalan TNI dan rakyat terasa begitu nyata.
Bahwa pengabdian sejati tidak selalu hadir dalam hal besar dan mewah. Kadang, ia tumbuh dari makan bersama di atas tikar sederhana, dari obrolan hangat selepas bekerja, dan dari ketulusan yang lahir tanpa dibuat-buat.
Melalui momen sederhana itulah, TMMD Reguler ke-128 Kodim 0725/Sragen kembali membuktikan bahwa pembangunan bangsa bukan hanya soal membangun infrastruktur, tetapi juga menjaga persaudaraan, mempererat kepedulian, dan menghadirkan rasa kebersamaan di tengah masyarakat desa.
Agus S













