blank
Di serambi Masjid Desa Puro, pengajian dan hidangan tradisional warnai pengabdian Satgas TMMD. Foto: Dok/Pendim

SRAGEN (SUARABARU.ID) – Suara mesin molen yang sejak pagi meraung di sudut Desa Puro perlahan mulai berhenti saat matahari turun menuju ufuk barat.

Debu pembangunan masih menempel di seragam para prajurit Satgas TMMD Reguler ke-128 Kodim 0725/Sragen. Namun sore itu, suasana desa berubah menjadi lebih hangat dan penuh ketenangan.

Di serambi Masjid Nurul Huda, warga sudah menunggu kedatangan para anggota Satgas. Tikar digelar sederhana. Nasi bungkus daun pisang tersusun rapi di sudut masjid, ditemani teh hangat dan aneka makanan tradisional buatan warga.

Satu per satu anggota Satgas datang setelah seharian bekerja menyelesaikan pengecoran jalan dan pembangunan desa. Tak ada suasana canggung. Prajurit TNI, tokoh agama, pemuda desa, hingga para orang tua duduk lesehan berdampingan sambil mengikuti pengajian bersama.

Lampu sederhana masjid memantulkan cahaya hangat di wajah-wajah lelah namun penuh kebahagiaan. Sesekali terdengar tawa kecil saat warga dan anggota Satgas saling bercanda ringan. Anak-anak desa pun tampak berlarian di halaman masjid sambil sesekali mendekati para tentara yang kini sudah mereka anggap seperti saudara sendiri.

Momen sederhana itu justru menjadi potret paling hidup dari pelaksanaan TMMD di Desa Puro. Di tengah pembangunan fisik yang terus berjalan, tumbuh ikatan batin yang perlahan menyatukan TNI dan masyarakat tanpa sekat.

Jelang Abrianto mengaku suasana seperti itu menjadi pengalaman yang sangat membekas selama bertugas di lokasi TMMD.

“Setiap hari warga menyiapkan makanan dan minuman dengan tulus untuk kami. Kadang sederhana sekali, tapi justru itu yang membuat kami terharu. Kami merasa benar-benar diterima sebagai keluarga,” ungkapnya sambil tersenyum.

Menurutnya, TMMD bukan hanya tentang membangun jalan atau fasilitas desa, tetapi juga membangun hubungan manusia yang penuh kepedulian dan persaudaraan.

Suasana haru juga dirasakan Muhammad Ali (55). Tokoh masyarakat yang sejak awal aktif mendampingi kegiatan TMMD itu menilai kehadiran Satgas telah membawa warna baru di tengah kehidupan warga desa.