blank
Bupati Jepara Witiarso Utomo, Wakil Buati M. Ibnu Hajar, Kadisparbu Ali Hidayat, Dirut Perusda Aneka Usaha Jepara Wike Dwi Utomo bersama para seniman cilik yang tampil. Foto: Diyan Ni'matus

JEPARA, (SUARABARU.ID) — Bupati Jepara Witiarso Utomo diwakili  Wakil Bupati  M. Ibnu Hajar secara resmi melakukan Soft Opening dan Art Heritage Performance Art yang digelar di Museum Pendapa Kartini, Jepara, pada Sabtu (25/4/2026) malam.

Kegiatan ini dihadiri Bupati Jepara Witiarso Utomo,   jajaran Forkopimda, Sekda Ary Bachtiar,   Kadisparbud Ali Hidayat, Dirut Perumda Aneka Usaha, pegiat seni dan budaya serta ratusan penonton. Art Haritage Performance Art adalah  upaya menghidupkan kembali fungsi museum menjadi ruang kreativitas, pelestarian budaya, dan penggerak ekonomi seni masyarakat.

Bupati Jepara dalam sambutannya yang disampaikan  Wakil Bupati  M. Ibnu Hajar  menyampaikan apresiasi kepada seluruh tamu undangan yang hadir, baik dari dalam maupun luar daerah. “Kehadiran tersebut dinilai sebagai bentuk kepedulian terhadap pelestarian seni dan budaya di Kabupaten Jepara,”ujarnya

Ia menjelaskan bahwa sejak masa kepemimpinan Bupati Witiarso Utomo, rumah dinas di Pendopo Kabupaten telah diserahkan kepada masyarakat dan dialihfungsikan menjadi Museum Kartini. Langkah ini bertujuan agar museum dapat dimanfaatkan secara luas sebagai ruang publik yang produktif.

blank
dua dalang perempuan cilik yaitu Ni Nafihta Agustin Ramadhan, siswi SMPN 1 Keling dan Ni Dayu Vita Asih Widayasti siswi SMK Kesuma Margoyoso Pati. Foto: Diyan Ni’matus

“Museum ini kami kembalikan untuk masyarakat, sebagai ruang berkreasi, menghidupkan budaya, dan menampilkan potensi terbaik yang dimiliki Jepara,” ujarnya.

Kerja sama pengelolaan ini juga menjadi bagian dari upaya mewujudkan visi pembangunan daerah, yakni Jepara yang Makmur, Unggul, Lestari, dan Religius, dengan penekanan pada pelestarian budaya lokal yang kaya dan beragam.

Museum Pendopo Kartini ke depan tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan sejarah, tetapi juga akan dikembangkan sebagai ruang kreativitas masyarakat, pusat kegiatan rutin budaya, serta wadah pelestarian nilai-nilai luhur bangsa, khususnya budaya Jepara.

Sementara itu, Direktur Utama Perumda Aneka Usaha Wike Dwi Utomo dalam sambutannya menyoroti pentingnya peningkatan kesejahteraan pelaku seni. Ia menegaskan bahwa seniman perlu mendapatkan dukungan tidak hanya secara moral, tetapi juga secara ekonomi.

“Kami ingin para seniman tidak hanya sekadar disegani, tetapi juga memiliki nilai ekonomi dari karya yang dihasilkan. “Melalui pengelolaan museum ini, kami berharap tercipta ruang kolaborasi yang mampu mendorong monetisasi karya seni sehingga para pelaku budaya bisa terus berkarya dan sejahtera,” ujar Wike

Ia juga menambahkan bahwa kolaborasi antara pemerintah, BUMD, dan komunitas seni menjadi kunci dalam membangun ekosistem budaya yang berkelanjutan di Jepara.

Acara tersebut turut dimeriahkan dengan penampilan wayang kulir yang membawakan ceruta  Srikandi Vibes oleh kelompok Dayang Cilik perempuan yang tergabung dengan sanggar seni Prabukusuma dari desa Cepogo pimpinan Muhammad Heru Sjusilo . Penampilan ini menjadi simbol semangat generasi muda dalam melestarikan budaya sekaligus menunjukkan bahwa potensi seni di daerah terus tumbuh dan berkembang.

Sebagai upaya melestarikan budaya daerah Pemerintah merencanakan berbagai kegiatan seperti agenda selapanan tematik dan pertunjukan seni rutin setiap malam minggu guna menjaga keberlanjutan aktivitas budaya. Pemerintah juga berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara konsisten agar budaya lokal tetap hidup dan relevan di tengah perkembangan zaman.

Pagelaran Lengkap

Pentas Perdana Heritage Performing Art, Tampilkan Duet Dalang Perempuan dengan  Lakon Srikandi Vibes ini menampilkan dua dalang perempuan cilik yaitu Ni Nafihta Agustin Ramadhan, siswi SMPN 1 Keling dan  Ni Dayu Vita Asih Widayasti siswi SMK Kesuma Margoyoso Pati. Sedangkan  pengrawit dari Sanggar Prabakusuma Jepara.

Sebelumnya dipentaskan  Tampilan Pepucuk yang dibawakan Razka Aryan Althafisqi, siswi  TA TK Wedelan. Juga ada Tari Gambyong Marikangen yang berfungsi sebagai tari penyambutan tamu. Tari ini  dibawakan oleh 3 penari yaitu Najwa Batrisya El Mazaya,  Nisa Khoirotun Nikmah dan Fikkryza Bilqis Winny Saputri.  Para penari ini dari Sanggar Giri Puspa Sumanding  yang diasuh Tesa Yosinta, S.Pd

 

Disamping itu penonton juga akan dimanjakan  dengan penampilan  Tari Candhik Ayu yang akan dibawakan oleh  Sanika Azalea Mufti, Galuh Melani Prasasti, Diva Aulia Yasmin,  Aira Liviya Fatul Alya,  Elsa Aprilia Praditasari dan  Keyza Ayunita Rahay

Septiana W – Diyan Ni’matus Sa’adah