blank
Mansata Indah Maratona (dua dari kiri), menerima penghargaan Kartini Masa Kini dari PC IPPNU Grobogan. Foto: dok Tya Widya/PC IPPNU Grobogan.

GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Mansata Indah Maratona resmi dinobatkan sebagai Kartini Masa Kini dalam kegiatan Talkshow Kartini Muda yang digelar PC IPPNU Grobogan.

Sosok Mansata Indah Maratona menjadi perhatian karena dedikasinya dalam pendidikan dan pengabdian sosial di Grobogan.

Penobatan Mansata Indah Maratona sebagai Kartini Masa Kini oleh PC IPPNU Grobogan berlangsung dalam suasana penuh semangat emansipasi perempuan muda.

BACA JUGA : Tragis di Tengah Malam! Dua Tewas dalam Kecelakaan di Alun Alun Purwodadi

Acara tersebut menghadirkan kader-kader pelajar putri dari berbagai wilayah di Kabupaten Grobogan.

Para peserta tampak antusias mengikuti rangkaian acara yang telah disiapkan panitia. Kegiatan berlangsung pada Sabtu (25/4/2026) di Aula Bakesbangpol Grobogan.

PC IPPNU Grobogan mengemas kegiatan ini sebagai bagian dari peringatan Hari Kartini. Talkshow menjadi ruang diskusi sekaligus refleksi peran perempuan di era modern.

Panitia menjadikan momentum ini sebagai ajang membangun kesadaran perempuan muda untuk terus berkembang. Mereka mendorong kader agar berani mengambil peran di berbagai sektor.

Penobatan Kartini Masa Kini menjadi puncak acara. Penghargaan tersebut diberikan kepada sosok yang dinilai memiliki kontribusi nyata bagi masyarakat.

BACA JUGA : Kasus Pencurian di PT SAI Apparel Industries Godong Terungkap, Pelaku Ternyata Orang Dalam

Ketua PC IPPNU Grobogan, Nailul Aslamatul Qoiriyah, menegaskan bahwa penghargaan ini memiliki makna mendalam. Ia menyebut penilaian dilakukan berdasarkan rekam jejak pengabdian.

“Beliau menjadi inspirasi bagi kader-kader IPPNU. Kartini masa kini bukan hanya tentang emansipasi, tetapi tentang keberanian menjadikan hidup sebagai bukti pengabdian dan keberpihakan,” ungkap Nailul, dalam prosesi penganugerahan.

Sosok yang Menginspirasi

Mansata dikenal sebagai perempuan yang tumbuh dari lingkungan pesantren. Pengalaman tersebut membentuk karakter kuat dan sederhana dalam dirinya.

Ia menimba ilmu di Pondok Pesantren Manba’ul A’laa Jagalan. Lingkungan pesantren mengajarkan nilai kedisiplinan dan pengabdian.

Setelah itu, Mansata aktif dalam berbagai organisasi. Ia memulai kiprah dari IPPNU hingga melanjutkan ke PMII.

BACA JUGA : Semangat Kartini Warnai Wisuda Periode II Tahun 2026 UKSW: Perempuan Memimpin dan Menginspirasi

Perjalanan organisasinya terus berkembang. Ia kemudian aktif di Fatayat NU dan Muslimat NU.

Pengalaman organisasi memperkuat kapasitas kepemimpinannya. Ia terbiasa berinteraksi dengan berbagai kalangan masyarakat.

BACA JUGA : Kanwil Kemenkum Jateng Ajak Masyarakat Pahami Kekayaan Intelektual Melalui Powerwalking

Selain aktif berorganisasi, Mansata juga pernah menjadi guru. Ia melihat pendidikan sebagai jalan utama membangun generasi.

Profesi guru dijalaninya dengan penuh dedikasi. Ia berupaya menanamkan nilai-nilai keilmuan kepada siswa.

Tak berhenti di sana, Mansata juga pernah berkecimpung di dunia jurnalistik. Ia menggunakan tulisan sebagai media menyuarakan kebenaran.

Pengalaman tersebut memperluas wawasan sosialnya. Ia semakin peka terhadap persoalan masyarakat.

Saat ini, Mansata mengemban amanah sebagai Anggota DPRD Grobogan. Ia juga menjabat sebagai Ketua Komisi D DPRD Grobogan.

Peran tersebut membuatnya terlibat langsung dalam kebijakan publik. Ia fokus pada bidang pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial.

Berterima Kasih

Dalam sambutannya, Mansata menyampaikan rasa terima kasih. Ia menganggap penghargaan ini sebagai tanggung jawab moral.

BACA JUGA : Hadapi Desk Evaluasi ZI, Kemenkum Jateng Fokus pada Dampak Pelayanan Publik

“Perempuan pelajar hari ini harus percaya diri, berani belajar, berani berproses, dan berani mengambil peran. Peradaban tidak dibangun hanya oleh kekuasaan, tetapi oleh nilai, ilmu, dan keberanian untuk mengabdi,” ujarnya.

Acara juga dimeriahkan dengan lomba kecantikan dan fashion show. Para peserta menampilkan kreativitas busana yang mencerminkan identitas pelajar putri NU.

Kader dari berbagai PAC IPPNU tampil percaya diri. Mereka menunjukkan potensi dan bakat masing-masing di atas panggung.

Kegiatan ini menjadi ruang ekspresi sekaligus pembelajaran. Para peserta tidak hanya berkompetisi, tetapi juga saling menginspirasi.

PC IPPNU Grobogan berharap kegiatan ini mampu menumbuhkan semangat baru. Mereka ingin kader terus berkembang menjadi perempuan berdaya.

BACA JUGA : Picu Gejolak Warga, Petinggi Bringin Desak Perangkat yang Diduga Selingkuh Mundur

Penobatan Mansata Indah Maratona sebagai Kartini Masa Kini diharapkan menjadi teladan nyata bagi kader PC IPPNU Grobogan. Sosoknya dinilai mampu menginspirasi generasi muda.

Melalui momentum ini, PC IPPNU Grobogan kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak Kartini Masa Kini seperti Mansata Indah Maratona.

PC IPPNU Grobogan berharap akan lahir lebih banyak perempuan muda yang berilmu, berdaya, dan berdampak bagi masyarakat.

TYA WIDYA