WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Barangkali ini menjadi yang pertamakalinya di Indonesia. Membangun rumah dengan design unik. Yakni memakai konsep konstruksi rancang bangun mirip moda angkutan darat jenis bus double decker atau bus bertingkat, menyerupai bus milik PO (Perusahaan Otobus) Agramas.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), desain merupakan kata serapan dari bahasa Inggris design. Memiliki arti rancangan, kerangka bentuk atau sketsa.
Tarmin, tokoh masyarakat Jatipurno, Wonogiri, Jawa Tengah, mengabarkan, rumah dengan desain unik tersebut berada di Dusun Tandan RT 02/RW 07, Desa Kopen, Kecamatan Jatipurno, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Dibangun lengkap dengan detail eksterior dan interior yang dibuat semirip mungkin dengan kendaraan bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP).
Pemilik rumah bus itu, Supardi (43), mengungkapkan, ide pembangunan hunian unik ini berawal dari keinginannya untuk memiliki rumah yang berbeda dari kebanyakan masyarakat pada umumnya. Bersama istrinya, Wisna Mulyani dan dua anaknya, Supardi merealisasikan konsep kreatifnya itu secara bertahap.
Sehari-hari, Supardi bekerja sebagai kontraktor proyek yang melayani jasa perencanaan gambar, penyusunan Rencana Anggaran Beaya (RAB) sampai pelaksanaan pembangunannya. Ia pernah merantau dan bekerja di Jakarta, sehingga cukup akrab dengan transportasi bus, khususnya PO Agra Mas yang menjadi langganannya pergi-pulang Wonogiri-Jakarta.
“Karena sering naik bus Agra Mas, saya jadi terinspirasi membuat rumah dengan bentuk seperti itu,” ujar Supardi. Menariknya, tidak hanya membangun satu, tetapi membangun dua. Bangunan utama, berbentuk bus double decker (bus tingkat) berukuran 3 x 13 Meter dengan tinggi sekitar 5 Meter diberi kode BG 02 (angka 02 melambangkan RT 02).
Bangunan kedua, berukuran bus sedang, lebar dan panjang 2,5 x 8 Meter diberi kode BG 07 (angka 07 melambangkan RW 07). Kode huruf BG, merupakan singkatan dari Bagong, nama panggilan akrab Supardi.
Nomor
Rumah yang didesain bus tersebut, dilengkapi nomor B 490 NG layaknya pelat nomor polisi. Pembangunan rumah unik berbentuk bus ini, dimulai pada awal Februari 2026 atau menjelang Bulan Ramadhan. Sampai saat ini, progresnya telah mencapai sekitar 60 persen dan telah menghabiskan beaya Rp 125 juta.
Seluruh konsep, desain, hingga perencanaan pembangunan dirancang secara mandiri oleh Supardi. Dia mengaku tidak menemui kendala berarti, kecuali pada bagian pintu yang dirancang menyerupai pintu bus otomatis. “Yang bisa terbuka dan tertutup dengan tombol,” jelasnya.
Keunikan rumah ini tidak hanya terlihat dari bentuk luar, tetapi juga bagian dalamnya. Rencana interior dirancang menyerupai kabin bus, lengkap dengan setir, kursi pengemudi, serta plafon khas kendaraan tersebut. Meski demikian, tata ruang tetap disesuaikan dengan kebutuhan hunian untuk tempat tinggal keluarga. Ada ruangan sebagai tempat berkumpul warga, mengingat Supardi menjabat sebagai Ketua Rukun Tetangga (RT).
Keberadaan rumah yang unik ini, kini viral di media sosial (Medsos) dan menarik perhatian banyak orang. Warga sekitar yang awalnya sempat skeptis, tapi belakangan justru memberikan dukungan penuh. “Sekarang banyak yang senang, bahkan mendukung karena jadi sesuatu yang unik,” ungkap Supardi.
Rumah ini juga terbuka untuk umum dan berpotensi menjadi destinasi wisata lokal maupun spot foto bagi para pengunjung dan konten kreator. Supardi berharap, karyanya ini bisa menjadi ikon baru bagi wilayah Jatipurno, bahkan Kabupaten Wonogiri. “Saya ingin ini jadi sesuatu yang bermanfaat, bisa menarik orang datang dan memberi dampak positif bagi lingkungan,” kata Supardi.
Camat Jatipurno, Nur Dhana Setiawan SKom, turut memberikan apresiasi terhadap inovasi yang dilakukan warganya ini. Disebutkan, inovasi seperti ini mampu menarik perhatian publik. Yang terpenting adalah aspek keamanan bangunan harus tetap diperhatikan.
Keberadaan rumah berbentuk bus ini menjadi bukti bahwa kreativitas masyarakat dapat melahirkan sesuatu yang unik, sekaligus berpotensi memberikan nilai tambah.(Bambang Pur)













