blank
Menandai dibukanya job fair 2026, Bupati Setyo Sukarno memukul gong (kanan) didampingi Kepala Disnakerin Wiyanto, Staf Bupati Dokter Adhi Dharma dan Kepala Dikbud Sriyanto (ketiga, kedua dan kesatu dari kiri).(Dok.Prokopim Wonogiri)

WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Sebanyak 34 perusahaan yang mengikuti event Wonogiri Job Fair 2026, menawarkan 6.500 lowongan pekerjaan (Loker). Perusahaan tersebut berada di wilayah Solo Raya termasuk Wonogiri, Kendal Jawa Tengah dan Bandung Jawa Barat.

Bagian Prokopim Pemkab Wonogiri, mengabarkan, kegiatan Job Fair tersebut digagas Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin). Event ini, juga diikuti perusahaan penempatan pekerja migran untuk peluang kerja luar negeri.

Job fair ini, digelar di aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Wonogiri. Berlangsung pada Hari Selasa-Rabu (21-22/4/26). Dibuka resmi oleh Bupati Wonogiri Setyo Sukarno dengan ditandai pemukulan gong. Kegiatan ini, sebagai upaya terobosan percepatan dalam upata menekan angka pengangguran, sekaligus memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat.

Bupati Setyo Sukarno, menyatakan, menyatakan, Wonogiri kini menjadi daerah yang kondusif untuk investasi, dengan iklim investasi yang transparan dan responsif. “Kepercayaan para investor untuk menanamkan modal di sektor industri, jasa, hingga pariwisata adalah bukti bahwa Wonogiri memiliki potensi besar yang siap dikelola,” katanya.

Total tersedia kurang lebih 6.500 lowongan pekerjaan yang bisa dimanfaatkan para pencari kerja, baik dari Wonogiri maupun daerah sekitar. Tak hanya menyediakan bursa kerja, kegiatan ini juga dilengkapi program ‘smart class’.

Pembekalan

Program tersebut berupa kelas pembekalan bagi pencari kerja, mulai dari perencanaan karier, persiapan wawancara, hingga bedah curriculum vitae (CV). Selain itu, perusahaan juga difasilitasi untuk melakukan proses wawancara dan seleksi langsung di lokasi.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah pengangguran di Wonogiri menunjukkan tren penurunan. Pada Tahun 2024 tercatat sebanyak 16.195 orang, kemudian turun menjadi 14.802 orang pada Tahun 2025. Bahkan, Wonogiri berhasil meraih predikat tingkat pengangguran terbuka (TPT) terendah se-Jawa Tengah selama tiga tahun berturut-turut.

Kata Bupati, angka kemiskinan turun menjadi 9,59% pada Bulan Maret 2025, dan angka pengangguran turun menjadi 2,16% pada Tahun 2025. Walau begitu, penurunan tersebut tetap harus diimbangi dengan langkah konkret dan berkelanjutan. Salah satunya melalui penyelenggaraan job fair yang mempertemukan langsung pencari kerja dengan perusahaan.

Bupati berharap, ini dapat mempercepat penempatan tenaga kerja, meningkatkan serapan tenaga kerja lokal, serta membantu fresh graduate agar lebih siap masuk dunia kerja. Pemkab Wonogiri juga terus mendorong program pendukung lain, seperti pelatihan kerja berbasis kompetensi dan peningkatan keterampilan tenaga kerja. Juga memperkuat sinergi dengan dunia usaha dan industri, demi menjawab tantangan ketenagakerjaan ke depan.(Bambang Pur)