blank
Mugiyo Hartono (kiri) bersama tim KONI Jateng, berkunjung ke KONI DIY, menindaklanjuti penyusunan dokumen bidding. Foto: dok/koni

SEMARANG (SUARABARU.ID)– Tim Bidding PON XXIII/2032 Jawa Tengah, yang dipimpin Wakil Ketua Umum III KONI Jateng, Mugiyo Hartono, kembali melakukan koordinasi ke KONI Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), pada Kamis (26/3/2026).

Kunjungan kerja ini untuk pembahasan lebih lanjut, terkait penyusunan dokumen bidding, khususnya melengkapi lampiran proposal yang akan diajukan kepada KONI Pusat. Selain itu juga, membahas soal cabang olahraga dan venue di dua provinsi ini.

Kunjungan rombongan KONI Jateng ini diterima Sekretaris Umum KONI DIY, KMT A Tirtodiprojo bersama sejumlah jajaran pengurusnya. Kolaborasi ini menjadi langkah strategis, dalam menyatukan visi dan kesiapan Jateng dan DIY, sebagai tuan rumah bersama PON XXIII/2032.

BACA JUGA: Hingga Akhir Februari Realisasi Pendapatan Negara di Jateng Capai Rp 19,43 Triliun 14,83 Persen dari Target

Rencananya, setelah berkas dianggap lengkap, KONI Jateng dan DIY, akan menyerahkan berkas awal pendaftaran itu ke KONI Pusat, pada Senin (30/3/2026) mendatang.

Kelengkapan dokumen yang sudah dikantongi KONI Jateng antara lain, surat pernyataan kesanggupan sebagai tuan rumah PON XXXIII/2032, yang ditandatangani Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, dan Ketua DPRD Jateng, Sumanto.

KONI Jateng melalui Ketua Umum Dr Ir Sujarwanto Dwiatmoko MSi, sudah mendapatkan tanda tangan kedua pimpinan daerah itu, pada Rabu (25/3/2026) lalu.

BACA JUGA: Manfaat Buah Naga Merah untuk Kesehatan

”Setelah dokumen lengkap, rencananya kami akan mendaftarkan diri ke KONI Pusat sebagai calon tuan rumah PON XXIII/2032 bersama DIY, pada Senin (30/3/2026) mendatang,” kata Sujarwanto, saat silaturahmi dengan Ketua DPRD Jateng, Sumanto.

Pihaknya optimistis, Jateng mampu menjadi tuan rumah yang baik. Hal itu tak lepas dari keberadaan Jateng sebagai tonggak sejarah perkembangan keolahragaan Nasional. Momen itu terdapat pada Kongres Olahraga I di Surakarta tahun 1946, serta PON I pada 8-12 September 1948, di Surakarta.

Selain itu, Jateng juga berpengalaman sebagai tuan rumah penyelenggaraan pesta olahraga multi event, seperti ASEAN Paragames dan ASEAN School Games.

BACA JUGA: Selama Angkutan Lebaran, KAI Daop 4 Selamatkan Barang Tertinggal Penumpang Senilai Rp105 Juta 

”Jateng sudah dua kali mencalonkan diri menjadi tuan rumah PON, yakni pada PON 2004 dan 2021, namun gagal. Mudah-mudahan pada PON XXIII/2032 ini, Jateng bisa menjadi tuan rumah,” harap Sujarwanto.

Disampaikan juga, Jateng-DIY punya modal besar sebagai tuan rumah PON pada 2032 mendatang. Dukungan dari semua pihak sangat besar, mulai dari Gubernur, DPRD, stakeholder, pelaku olahraga pada khususnya, serta masyarakat pada umumnya.

Selain itu, kedekatan letak geografis Jateng dan DIY, jadi keunggulan tersendiri. Dukungan infrastruktur yang memadai dan konektivitas wilayah, akan memudahkan mobilitas peserta PON.

BACA JUGA: Cuaca Ekstrem, Pranata Mangsa dan Hujan Lebat Disertai Petir

”Para pimpinan dan stakeholder olahraga di Jateng, mendukung pencalonan tuan rumah PON 2032. Kami ingin PON 2032 nanti, jadi momen kembalinya semangat PON I 1948 di Solo, yakni olahraga menjadi ajang silaturahmi bangsa, dan pemupukan solidaritas, semangat persatuan serta kesatuan bangsa,” ujar Sujarwanto.

Soal venue, ditegaskan dia, Jateng dan DIY punya fasilitas olahraga yang memadai, dan sesuai standar Nasional. Di Jateng sendiri, dari 67 cabang olahraga yang menjadi anggota KONI Jateng, sebagian besar sudah mempunyai venue yang standar. Dari jumlah itu, hanya 14 cabang yang venuenya belum memenuhi standar.

Riyan