JEPARA (SUARABARU.ID) – _Bulan suci Ramadan 1447 Hijriah menjadi momentum emas bagi SD Negeri 2 Mantingan Jepara untuk memperkokoh karakter dan spiritualitas generasi mudanya. Dengan melibatkan seluruh siswanya yang berjumlah 318 anak, sekolah ini sukses menyelenggarakan serangkaian kegiatan religi yang memadukan kedalaman ibadah ritual dan aksi sosial.

Rangkaian kegiatan diawali pada 2-3 Maret 2026 dengan agenda Pesantren Kilat yang di pusatkan di Mushola Al-Barokah, jantung spiritual SD Negeri 2 Mantingan. Selama dua hari penuh, suasana sekolah terasa lebih tenang, teduh, dan khidmat. Suara lantunan zikir dan doa yang dipanjatkan secara bersama-sama menghadirkan suasana teduh yang menyelimuti seluruh lingkungan sekolah. Suasana religius di dalam Mushola al-Barokah semakin kental dengan lantunan gema ayat suci Al-quran.

Suasana syahdu tersebut kemudian disempurnakan dengan penyampaian Tausiyah yang komunikatif namun sarat makna. Dengan Bahasa yang sederhana dan mudah dipahami anak-anak, materi yang disampaikan menyentuh aspek pembentukan karakter seperti; pentingnya kejujuran, bakti kepada orang tua, serta indahnya berbagi di bulan mulia. Para siswa menyimak dengan antusias, sesekali anggukan kecil terlihat saat pesan-pesan kebaikan itu disampaikan.

Kepala SDN 2 Mantingan, Eli Nuryanti, S.Pd.SD., M.Pd., menegaskan bahwa rangkaian tausiyah dan kegiatan religi ini adalah investasi jangka panjang untuk mencetak Generasi Emas yang berkarakter. “Kami sedang mempersiapkan pondasi bagi masa depan mereka. Melalui pesan-pesan yang disampaikan, kami ingin nilai-nilai kebaikan ini meresap ke dalam sanubari anak-anak, bukan hanya diingat secara lisan, melainkan benar-benar menyatu dalam sikap mereka. Fokus kami adalah menjadikan adab dan spiritualitas sebagai panduan utama perilaku mereka dalam kehidupan sehari-hari,” tutur Eli Nuryanti penuh optimisme.

Kegiatan berlanjut pada tanggal 10 Maret 2026 dengan agenda pembacaan tahlil yang khidmat, penyampaian tausiyah, berbagi takjil, kepada masyarakat sekitar dan pengguna jalan sebagai wujud empati, menyebarkan semangat kebersamaan, dan kepedulian sosial, buka bersama di halaman sekolah, dan ditutup dengan sholat magrib berjamaah di bawah langit senja, menciptakan suasana kekeluargaan dan ketaatan yang mendalam.

Muhd Agus Masykur, S.Pd.I., selaku pembina keagamaan, memberi pesan penutupnya.”Melihat siswa bersatu dalam ibadah dan kepedulian sosial di halaman sekolah ini merupakan wujud nyata sinergi spiritual siswa demi mencetak Generasi Emas yang taat beribadah dan peka sosial di masa depan,” pungkasnya.

Hadepe – Tim Literasi SIMAS MANDARA_Menuju Generasi Emas SDN 2 Mantingan Jepara













