blank
RSUD KRT Setjonegoro selama libur lebaran tetap siaga melayani pasien. Foto : SB/Muharno Zarka

WONOSOBO (SUARABARU.ID)-Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) KRT Setjonegoro Wonosobo menyiapkan layanan penuh selama 24 jam untuk menghadapi lonjakan risiko kesehatan saat libur lebaran 2026.

Kesiapsiagaan ini dilakukan menyusul prediksi meningkatnya mobilitas masyarakat akibat libur panjang. Warga perantau akan mudik ke kampung halaman dan menikmati libur lebaran.

Pihak RSUD KRT Setjoenegoro memastikan seluruh sumber daya manusia (SDM), fasilitas, dan alat kesehatan dalam kondisi siap. Penguatan difokuskan pada layanan kegawatdaruratan yang diperkirakan meningkat selama periode mudik dan pasca Lebaran.

“Jadi untuk IGD dan poli kita gabung, kita tetap buka. Bahkan jajaran pimpinan RSUD pun tidak mengambil cuti. Saya sampai tanggal 25 justru kerja terus siaga satu,” ujar Direktur Utama RSUD KRT Setjonegoro, Danang Sananto Sasongko.

dr Danang mengatakan, persiapan menghadapi lebaran sudah dilakukan sejak dua bulan lalu. Evaluasi dari tahun sebelumnya menjadi dasar untuk memperkuat layanan tahun ini.

Dalam beberapa hari terakhir, pihaknya juga melakukan pengecekan menyeluruh terhadap peralatan medis. Langkah ini dilakukan untuk memastikan tidak ada kendala saat layanan dibutuhkan dalam kondisi darurat.

“Ini tiga hari ini semua kita cek alat-alatnya, semua harus ready, semua harus siap. Jadi daripada nanti di hari dibutuhkan ternyata bermasalah,” katanya.

Dia menyebut, tren penyakit saat musim mudik didominasi kecelakaan lalu lintas. Selain itu, penyakit akibat kelelahan dan pola makan seperti diare dan stroke juga kerap meningkat setelah lebaran.

Tambah Bangsal

blank
Direktur Utama RSUD KRT Setjonegoro Wonosobo, dr H Danang Sananto Sasongko, MM. Foto : SB/Muharno Zarka

Fenomena pasien pulang lebih awal menjelang lebaran juga masih terjadi. Banyak pasien memilih pulang pada H-1 atau H-2 untuk merayakan hari raya bersama keluarga, lalu kembali berobat setelahnya.

“Itu sudah umum di Wonosobo, H-1, H-2 itu minta pulang semua. Biasanya pingin berlebaran di rumah, nanti habis lebaran baru kembali karena kecapekan,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi risiko selama mudik, RSUD tidak menambah ruang perawatan. Fokus utama justru pada penguatan layanan gawat darurat dan kesiapsiagaan tenaga medis.

Selain itu, RSUD juga menyiapkan sistem rujukan jika terjadi kasus dengan tingkat kegawatan tinggi. Termasuk kesiapan ambulans untuk membawa pasien ke rumah sakit rujukan yang lebih besar.

“Untuk yang kasus-kasus yang memang harus ditangani rumah sakit, kami stand by. Termasuk ambulans untuk rujukan ke rumah sakit pusat, kita sudah siap semua,” tegas Danang.

Pihaknya juga mengantisipasi potensi penyakit yang dibawa pemudik, seperti campak. Screening pasien diperketat untuk mencegah penularan di lingkungan rumah sakit.

Dia menegaskan komitmennya untuk tetap memberikan pelayanan optimal selama libur lebaran.

Dengan kesiapan penuh ini, diharapkan masyarakat tetap merasa aman dan terlayani di bidang kesehatan.

Muharno Zarka