WONOGIRI (SUARABAU.ID) – Untuk mengantisipasi kemacetan, dilakukan serangkaian tindakan merekayasa arus lalu lintas di Kota Wonogiri. Manajemen Rekayasa Lalu Lintas (MRLL) ini, dilaksanakan dalam menyikapi kedatangan arus mudik dan keramaian Lebaran Idul Fitri 1447 H (2026 M).
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Wonogiri, Waluyo, menyatakan, MRLL telah diberlakukan sejak Minggu malam (15/3/26). Sejumlah petugas Dishub diturunkan kerja lembur, memasang water barrier dan sejumlah patok serta tali pancang, untuk membuat pengaturan melalui MRLL. Kebijakan ini, berlangsung sampai batas yang belum ditentukan, atau sampai situasi situasi arus lalu lintas kembali melandai.
Dalam MRLL tersebut, dilakukan serangkaian tindakan dengan pengaturan penutupan jalan dan pengalihan arus. Tujuannya, agar arus lalu lintas, termasuk kendaraan para pemudik, tetap dapat berjalan lancar tanpa kemacetan.
Dalam melakukan MRLL tersebut, semua kendaraan dari arah Solo tujuan ke Ponorogo-Pacitan (Jatim) lewat Ngadirojo, disalurkan lurus sejak dari simpang tiga Bangjo Klampisan ke ruas Jalan Brigjen Katamso tembus ke Jalan Letjen Suprapto sampai ke ruas Jalan Gunung Giri. Yakni menyusuri sisi timur perkampungan Wonokarto, Kota Wonogiri, kemudian melangkah rel Kereta Api (KA) menyusuri jalan sisi selatan Alas Ketu.
Itu berlanjut sampai ke ruas Jalan Salak V dengan melewati Kampung Salak, Kleurahan Giripurwo, Kecamatan Wonogiri Kota, tembus sampai sisi barat Kantor Agraria (Kantor Pertanahan). Baru kemudian belok kiri, menuju ruas Jalan Diponegoro arah ke Kabupaten Pacitan-Ponorogo (Jatim).
Bangjo
Untuk simpang lima Bangjo (traffic light) depan Polsek Wonogiri Kota atau dikenal sebagai Bangjo RSUD Wonogiri, dilakukan penutupan dari arah utara (Jalan Gatot Subroto) ke selatan (ke Giriwono). Demikian sebaliknya, dari arah Giriwono (selatan) tidak dapat terus lurus ke Jalan Gatot Subroto atau belok ke kanan ke ruas Jalan A Yani menuju ke Kota Wonogiri.
Arus lalu lintas dari Wonokarto ke Kota, sejak simpang tiga Metro Jaya depan Kantor Perhutani (terkenal simpang tiga Soponyono), di belokkan kiri ke ruas Jalan Gunung Giri menuju Alas Ketu. Dilakukan penutupan arus lalu lintas dari Jalan A Yani ke arah Kota Wonogiri.
Demikian pula di lampu bangjo (traffic light) simpang empat Ponten depan Kantor Bank Jateng, arus lalu lintas dari arah utara tidak dapat belok ke kiri, tapi langsung lurus dan baru dapat belok di ruas Jalan Kabupaten. Kendaraan di Bangjo simpang empat Gudangseng yang dari arah timur (ruas Jalan Ir Sutami), dapat langsung belok ke kanan ke ruas Jalan Jenderal Sudirman (Jalan Protokol Kota Wonogiri).
Kepala Dishub Kabupaten Wonogiri, Waluyo, menyatakan, untuk arus lalu lintas dari arah utara atau dari Sukoharjo dan Solo yang akan menuju ke Wuryantoro-Pracimantoro tembus ke Gunungkidul DIY, diarahkan belok kanan dari depan Terminal Induk Giri Adipura Krisak. Yakni menyusuri ruas Jalan Lingkar Kota (JLK) tembus ke utara Polres Wonogiri.
Demikian halnya arus lalu lintas dari arah Pacitan (Jatim) atau dari Baturetno (Wonogiri) yang bertujuan ke Solo, diarahkan belok ke kiri sejak simpang empat Jaibedug, Bulusulur, Wonogiri selepas Rumah Makan Pak To. Langsung menyusuri ruas JLK sampai tembus ke simpang empat Pencil (selatan Polres Wonogiri), kemudian belok ke kiri menyusuri ruas JLK di utara Mapolres Wonogiri, tembus ke Terminal Induk Giri Adipura Krisak, Selogiri, Wonogiri.(Bambang Pur)













