GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Arus penumpang pada masa angkutan Lebaran 2026 di wilayah KAI Daop 4 Semarang didominasi kedatangan pemudik yang turun di sejumlah stasiun.
Masa angkutan Lebaran 2026 yang dimulai 11 Maret 2026 menunjukkan peningkatan arus kedatangan di wilayah KAI Daop 4 Semarang, terutama di stasiun-stasiun wilayah Kabupaten Grobogan.
Data operasional KAI Daop 4 Semarang mencatat stasiun di Grobogan seperti Ngrombo, Gambringan, Kedungjati, Gundih dan Kradenan menjadi tujuan utama pemudik kereta api.
BACA JUGA : Mudik Gratis Jateng: Cerita Para Sopir Bus yang Ikut Mengantar Rindu Pulang Kampung
Kondisi tersebut terlihat dari jumlah penumpang yang turun lebih banyak dibanding penumpang berangkat selama enam hari pertama masa angkutan Lebaran tahun ini.
Fenomena ini menegaskan wilayah Grobogan menjadi salah satu daerah tujuan mudik favorit masyarakat yang pulang ke kampung halaman menggunakan kereta api.
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang Luqman Arif menyampaikan bahwa mayoritas pemudik berasal dari sejumlah kota besar di Pulau Jawa.
“Kedatangan penumpang di stasiun wilayah Grobogan didominasi pemudik dari Jakarta, Bekasi, Karawang, Bandung hingga kota lain di Jawa,” kata Luqman Arif.
Selain itu, pemudik juga tercatat berasal dari Yogyakarta, Surabaya dan Malang yang memanfaatkan kereta api untuk perjalanan jarak jauh menuju kampung halaman.
Kereta api dipilih karena dinilai memiliki keunggulan dalam hal keamanan, kenyamanan serta ketepatan waktu selama masa perjalanan mudik Lebaran.
Menurut Luqman Arif, peningkatan jumlah penumpang yang turun di sejumlah stasiun tersebut menjadi indikasi tingginya minat masyarakat menggunakan kereta api.
BACA JUGA : Berbagi Peduli Di Bulan Ramadhan, Morazen Gelar Buka Bersama dan Santunani Anak Yatim
“Kereta api tetap menjadi pilihan utama karena aman, nyaman dan tepat waktu untuk perjalanan jarak jauh,” jelas Luqman Arif.
Selain memudahkan mobilitas masyarakat, arus mudik yang meningkat juga memberikan dampak positif bagi aktivitas ekonomi di daerah tujuan pemudik.
Pergerakan masyarakat yang pulang kampung mendorong berbagai sektor usaha lokal di sekitar stasiun menjadi lebih ramai selama libur Lebaran.
Luqman Arif mengatakan momentum mudik memiliki arti penting tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi pertumbuhan ekonomi daerah.
“Momentum mudik Lebaran tidak hanya menjadi ajang silaturahmi keluarga, tetapi juga memberikan dampak positif bagi daerah tujuan pemudik,” ujar Luqman Arif.
Kehadiran pemudik dinilai mampu menggerakkan aktivitas masyarakat di sekitar wilayah stasiun serta pusat kegiatan ekonomi lokal.
Selama enam hari pertama angkutan Lebaran, sejumlah stasiun lain di wilayah Daop 4 Semarang juga mencatat peningkatan jumlah kedatangan penumpang.
Stasiun yang mengalami peningkatan antara lain Pekalongan, Pemalang, Semarang Tawang, Semarang Poncol serta Stasiun Cepu.
Sementara itu, mayoritas penumpang yang turun di stasiun wilayah Grobogan menggunakan beberapa layanan kereta api jarak jauh.
Kereta api yang paling banyak digunakan antara lain KA Ambarawa Ekspres, KA Airlangga, KA Blambangan Ekspres serta KA Joglosemarkerto.
Data KAI menunjukkan pada 11 Maret terdapat 473 penumpang naik dan 723 penumpang turun di stasiun wilayah Grobogan.
BACA JUGA : Wakapolda Jateng Cek Kesiapan Operasi Ketupat Candi di Kebumen
Pada 12 Maret tercatat 463 penumpang berangkat dan 859 penumpang tiba, kemudian pada 13 Maret terdapat 557 naik serta 1.163 penumpang turun.
Tanggal 14 Maret tercatat 779 penumpang berangkat dan 1.429 penumpang turun, sedangkan 15 Maret mencapai 971 naik dan 1.539 turun.
Data terbaru 16 Maret menunjukkan 789 penumpang berangkat dan 1.478 penumpang turun sehingga total enam hari mencapai 4.032 naik dan 7.191 turun.
Melihat tren angkutan Lebaran 2026 di wilayah KAI Daop 4 Semarang, Grobogan, perusahaan memastikan pelayanan tetap aman, tertib dan nyaman bagi pelanggan.
KAI Daop 4 Semarang juga meningkatkan koordinasi dengan berbagai pihak untuk menjaga kelancaran operasional selama masa angkutan Lebaran 2026 di Grobogan.
TYA WIDYA













