blank
Pembagian hadiah lomba dan santunan Yatama. Foto: Mia Haryu Hapsari

JEPARA (SUARABARU.ID) – Suasana Ramadan membawa semangat baru bagi keluarga besar SDN 1 Kuanyar, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara. Selama enam hari, mulai 9 hingga 14 Maret 2026, sekolah ini menyelenggarakan kegiatan Pesantren Ramadhan yang sarat dengan pembinaan keimanan, pembelajaran nilai kehidupan, serta penguatan karakter bagi para siswa.

Kegiatan ini diikuti oleh 150 siswa dari kelas 1 hingga kelas 6. Mereka mengikuti seluruh rangkaian acara dengan penuh semangat dan kegembiraan. Pesantren Ramadan tahun ini memiliki konsep yang menarik. Tidak hanya para siswa yang belajar, tetapi para guru juga mendapat tantangan untuk menyampaikan tausiyah secara bergantian selama enam hari. Program ini menjadi ruang belajar bersama bagi seluruh warga sekolah.

blank
Pemberian santunan Yarama berupa uang dari wali murid. Foto: Miya Haryu Hapsari

Setiap pagi kegiatan berlangsung pukul 08.00 hingga 10.30 WIB dengan berbagai aktivitas keagamaan yang terstruktur dan menyenangkan.

Pembukaan yang Penuh Makna

Hari pertama diawali dengan pembukaan yang dipandu oleh  Etik Norviyanti, S.Pd sebagai pembawa acara. Kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala SDN 1 Kuanyar,  Hj. Suyati, S.Pd.SD.

Dalam sambutannya, ia  menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya Pesantren Ramadan tahun ini. Ia juga mengingatkan para siswa agar mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh.

blank

Persiapan siswa untuk buka puasa bersama. Foto: Riki Endar Lestari

Hj Suyati juga  menegaskan bahwa selama satu pekan ke depan para siswa akan dibimbing oleh bapak dan ibu guru dalam berbagai kegiatan yang bertujuan menanamkan nilai ibadah, kedisiplinan, dan akhlak mulia.

Harapannya, anak-anak tidak hanya memperoleh pahala di bulan suci Ramadhan, tetapi juga mendapatkan ilmu yang bermanfaat sehingga tumbuh menjadi generasi yang sholih dan sholihah, berakhlak mulia, cerdas, serta mampu mewujudkan visi pendidikan di SDN 1 Kuanyar.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan doa bersama, murojaah tadarus Al-Qur’an, serta lantunan Asmaul Husna yang diikuti oleh seluruh siswa dengan khidmat.

blank
Kepala Sekolah SDN 1 Kuanyar bersama para guru.. Foto: Mia Haryu Hapsari

Tausiyah Guru Selama Enam Hari

Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi inti berupa tausiyah yang disampaikan oleh para guru secara bergantian.

Pada hari pertama, materi disampaikan oleh  Musalamah, S.Pd.I, guru Pendidikan Agama Islam, dengan tema “Meyakinkan Diri Sejak Dini bahwa Puasa Ramadhan itu Wajib Hukumnya.” Materi ini menanamkan pemahaman dasar tentang kewajiban puasa dan pentingnya melaksanakan ibadah dengan penuh kesadaran.

Hari kedua, tausiyah disampaikan oleh Muh. Daviq Nur, M.Pd dengan tema “Manfaat Puasa bagi Kesehatan Tubuh.” Siswa diajak memahami bahwa puasa bukan hanya ibadah, tetapi juga membawa manfaat bagi kesehatan fisik dan mental.

blank
Suasana berbuka bersama di SDN 1 Kuanyar. Foto: Riki Endar Lestari

Pada hari ketiga,  Mia Haryu Hapsari, S.Pd menyampaikan materi “Meningkatkan Kepedulian kepada Sesama di Bulan Ramadhan.” Materi ini mengajak siswa untuk belajar berbagi, menghargai sesama, dan menumbuhkan empati terhadap orang lain.

Hari keempat,  Sri Handayani, M.Pd menyampaikan materi tentang “Pentingnya Niat Puasa yang Benar dan Doa Berbuka Puasa.” Para siswa diajak memahami makna niat sebagai dasar ibadah serta pentingnya doa ketika berbuka.

Pada hari kelima, materi disampaikan oleh  Riki Endar Lestari, S.Pd dengan tema “Evaluasi Diri di Bulan Ramadan untuk Mencapai Tujuan Berpuasa.” Dalam sesi ini siswa diajak merenungkan perilaku sehari-hari dan memperbaiki diri selama bulan Ramadan.

blank
Santunan yatama berupa Parcel Lebaran. Foto : Mia Haryu Hapsari

Hari kelima juga semakin meriah dengan lomba mewarnai bertema Ramadan untuk kelas rendah serta lomba kaligrafi untuk kelas tinggi. Kegiatan ini disambut dengan sangat antusias oleh para siswa. Banyak siswa begitu menikmati lomba hingga enggan pulang karena masih ingin melanjutkan kegiatan bersama teman-temannya.

Pada hari keenam, tausiyah penutup disampaikan oleh Mustaqim, S.Pd.SD dengan tema “Memahami bahwa Puasa Termasuk Rukun Islam dan Menjadikan Hati Lebih Tenang.”

Setiap hari kegiatan juga diisi dengan shalat Dhuha berjamaah, ice breaking islami, refleksi singkat, dan doa penutup. Setelah kegiatan selesai, para siswa menerima MBG (Makanan Bergizi Gratis) sebelum kembali ke rumah masing-masing.

Santunan Yatim dan Penguatan Nilai Empati

Salah satu momen paling menyentuh dalam rangkaian Pesantren Ramadhan ini adalah kegiatan santunan anak yatim yang dilaksanakan pada hari terakhir.

Santunan diberikan dalam bentuk parcel lebaran dan uang tunai yang berasal dari donasi para guru serta amanah dari wali murid SDN 1 Kuanyar.

Para siswa penerima santunan tampak sangat bahagia. Wajah mereka terlihat sumringah saat menerima perhatian dari keluarga besar sekolah.

Salah satu wali siswa menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada para guru dan orang tua siswa yang telah dengan ikhlas berbagi rezeki kepada anak-anak yatim.

Kegiatan santunan ini menjadi tradisi yang terus dijaga oleh keluarga besar SDN 1 Kuanyar. Tujuannya untuk menanamkan nilai kepedulian kepada seluruh siswa bahwa berbagi kebahagiaan merupakan bagian penting dari pendidikan karakter.

Para guru juga ingin menunjukkan kepada para siswa bahwa menjadi yatim adalah takdir yang tidak pernah diminta oleh siapa pun. Namun menghadirkan kepedulian, dukungan, dan doa adalah bentuk kasih sayang yang dapat menguatkan mereka.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pemberian penghargaan kepada peserta tergiat, terbaik, dan teraktif, serta penyerahan hadiah kepada para pemenang lomba. Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama para penerima santunan.

Puncak Kebersamaan di Buka Puasa Bersama

Seluruh rangkaian Pesantren Ramadan mencapai puncaknya pada acara buka puasa bersama di halaman sekolah dengan tema “Mempererat Tali Silaturahmi dan Meningkatkan Iman di Bulan Suci Ramadan.”

Acara dipandu oleh  Anjar Dwi Septiani, S.Pd dan dilanjutkan dengan kegiatan kreatif membuat amplop THR Hari Raya Idul Fitri.

Menjelang waktu berbuka, seluruh siswa membaca doa berbuka dan doa makan bersama. Ketika adzan Maghrib berkumandang, suasana terasa khidmat dan penuh kebahagiaan. Langit sore yang cerah menambah kehangatan momen kebersamaan tersebut.

Setelah berbuka, seluruh peserta melaksanakan shalat Maghrib berjamaah yang dipimpin oleh  Muh. Daviq Nur, M.Pd.

Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama serta pengumuman libur sekolah mulai 16 Maret 2026 hingga 30 Maret 2026.

Para siswa berpamitan dengan penuh hormat kepada bapak dan ibu guru dengan bersalaman. Di depan gerbang sekolah, sejumlah orang tua telah menunggu untuk menjemput putra-putri mereka.

Banyak wali murid menyampaikan rasa bangga dan terima kasih atas terselenggaranya Pesantren Ramadhan ini. Mereka merasakan perubahan positif pada anak-anak, seperti semakin rajin beribadah, lebih semangat sahur dan berbuka, bahkan beberapa siswa kelas 1 sudah mampu menjalani puasa penuh tanpa kesulitan.

Pesantren Ramadan SDN 1 Kuanyar tahun ini bukan sekadar kegiatan keagamaan tahunan. Program ini menjadi ruang pendidikan karakter yang menanamkan iman, disiplin, kepedulian sosial, serta kebersamaan bagi seluruh warga sekolah.

Anak-anak pulang dengan hati gembira. Orang tua merasa tenang.

Semua berharap, kebahagiaan dan nilai-nilai baik yang tumbuh selama Ramadhan ini akan terus terjaga hingga mereka dipertemukan kembali dengan Ramadhan di tahun yang akan datang.

Hadepe – Riki Endar Lestari,S.Pd