blank
Proses Tangkis, mewadahi batang rokok kretek dalam selongsong kertas beraluminium foil yang kini dikerjakan buruh laki-laki. Foto: Ali Bustomi

KUDUS (SUARABARU.ID) – Industri Sigaret Kretek Tangan (SKT) identik dengan jemari terampil kaum perempuan. Namun, pemandangan berbeda kini terlihat di lini produksi PT Djarum. Muncul sebuah tahapan baru bernama “Tangkis” atau “Nangkis” yang justru menjadi panggung bagi para pekerja laki-laki.

Inovasi ini bukan tanpa alasan. Selain menjawab tantangan ketersediaan tenaga kerja, proses ini menjadi kunci lahirnya produk kretek tangan dengan tampilan yang lebih eksklusif dan premium.

Apa Itu Proses ‘Tangkis’ dalam Produksi Rokok?

Bagi masyarakat umum, istilah giling, mbatil, dan contong mungkin sudah akrab di telinga. Namun, Tangkis adalah standar baru dalam pengemasan rokok SKT PT Djarum.

Dalam tahap ini, pekerja fokus pada persiapan selongsong kertas grenjeng (kertas perak) dengan desain khusus. Tugas utama mereka meliputi:

Dalam tahap tersebut, para buruh melakukan pemotongan selongsong kertas sesuai ukuran batang rokok secara manual namun sangat akurat.

Selanjutnya, dari selongsong berbentuk tabung pankang tersebut, setiap batang kretek masuk dengan rapi sebelum dikemas ke dalam bungkus akhir.

Dengan adanya selongsong kertas beraluminium foil (grenjeng) di tiap batang rokok, akan memastikan tampilan luar batang rokok terlihat mewah dan tidak ada cacat pada kertas pembungkusnya.

Rekrut Pekerja Laki-laki

Selama ini, pekerja laki-laki di pabrik rokok biasanya ditempatkan di bagian logistik atau mesin. Namun, Manajer Produksi PT Djarum, Chanif, menjelaskan adanya pergeseran tren rekrutmen di wilayah Kudus.

“Saat ini mencari tenaga kerja laki-laki di Kudus lebih mudah dibanding tenaga kerja perempuan. Karena itu, untuk tenaga borong pada proses Tangkis ini, kami mulai mengoptimalkan pekerja laki-laki sejak satu tahun terakhir,” jelas Chanif.

Fenomena ini tidak hanya terjadi di Brak Djarum Tanjungkarang 2, Kudus, tetapi juga sudah merambah ke wilayah Solo Raya dengan melibatkan lebih dari 100 pekerja laki-laki.

Langkah PT Djarum ini membuktikan bahwa industri SKT terus beradaptasi. Penggunaan kertas grenjeng pada tiap batang rokok (yang dikerjakan dalam proses Tangkis) adalah respons perusahaan terhadap permintaan pasar akan produk yang lebih berkelas.

Performa pekerja laki-laki di lini ini dinilai sangat baik dalam menjaga kerapian produk. Jika tren pasar terus meningkat, bukan tidak mungkin dominasi pekerja laki-laki di bagian pengemasan akan semakin luas.

Mendobrak Mitos Gadis Kretek

Namun, di kalangan pecinta Kretek ada yang menganggap bahwa adanya campur tangan laki-laki dalam proses produksi pembuatan rokok dinilai akan berpengaruh pada citra rasa rokok kretek yang selama ini selalu dibuat oleh kaum perempuan.