blank
Penampilan Lambada Reborn dari Pecangaan. Foto: Diyan Ni'matus Sa'adah

JEPARA (SUARABARU.ID) – Pemerintah Kabupaten Jepara mengadakan gelaran Festival Tongthek Ramadan 2026 yang berlangsung meriah pada Jumat, 14 Maret 2026. Kegiatan budaya tersebut digelar dengan rute parade yang dimulai dan berakhir di Alun-Alun 1 Jepara.

Festival ini dimeriahkan oleh 25 peserta yang berasal dari berbagai kecamatan dan desa yang ada di kabupaten Jepara. Setiap kelompok menampilkan kreativitas dan kekompakan dalam memainkan musik tongthek dengan aransemen yang beragam serta konsep pertunjukan yang unik.

Tongthek atau thek-thek merupakan kesenian tradisional yang dimainkan dengan memukul berbagai alat sederhana seperti bambu, drum plastik, kentongan, maupun gamelan sehingga dapat  menghasilkan bunyi yang menarik. Dalam acara tersebut peserta juga menghias kendaraan mereka dengan berbagai bentuk visual yang unik, ada yang berbentuk harimau, naga, bunga, kepala burung dan lain-lain yang menambah meriahnya acara tersebut.

Acara pembukaan festival ini turut dihadiri oleh Bupati Jepara Witiarso Utomo dan Wakil Bupati Jepara Ibnu Hajar, Ketua DPRD Kabupaten Jepara Agus Sutisna, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Jepara.

Dalam sambutan Bupati yang diwakilkan kepada Wakil Bupati Jepara  Ibnu Hajar menyampaikan rasa syukur karena festival tongthek tahun ini dapat kembali digelar. Ia juga menjelaskan bahwa selama ini kegiatan tersebut biasanya diselenggarakan oleh Ikatan Remaja Masjid di Kelurahan Panggang.

Namun mulai tahun ini penyelenggaraannya dikelola langsung oleh Pemerintah Kabupaten Jepara yang nantinya akan dibuat sebagai acara rutin tahunan dari pemkab Jepara.

“Alhamdulillah, tahun ini Festival Tongthek bisa kembali digelar. Biasanya kegiatan ini dikelola oleh Ikatan Remaja Masjid di Kelurahan Panggang, namun mulai tahun ini dapat dikelola langsung oleh Pemerintah Kabupaten Jepara yang harapannya akan bisa dibuat sebagai acara rutin tahunan dari pemkab Jepara,” ujarnya.

Ratusan warga tampak memadati sepanjang rute parade untuk menyaksikan pertunjukan para peserta. Beragam kostum unik, dekorasi kreatif, serta koreografi yang ditampilkan masing-masing kelompok berhasil menarik perhatian masyarakat yang hadir.

Melalui festival ini, Pemerintah Kabupaten Jepara berharap tradisi tongthek dapat terus dilestarikan sekaligus menjadi wadah bagi generasi muda untuk menyalurkan kreativitas seni budaya selama bulan Ramadan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang perebutan Piala Bergilir Bupati Jepara Tahun 2026 yang diperebutkan oleh seluruh peserta festival.

Dari hasil rekapitulasi nilai oleh dewan juri, kegiatan tersebut akhirnya dimenangkan oleh grup RJ Percussion dari Kecamatan Kembang. Dengan hasil tersebut, RJ Percussion berhak membawa pulang Piala Bergilir Bupati Jepara serta uang pembinaan sebesar Rp7.500.000.

Chalimatus Sa’diyah Salah satu warga dari kecamatan mlonggo yang turut hadir menyaksikan festival mengaku senang dengan adanya kegiatan tersebut. “Acaranya sangat meriah dan menghibur masyarakat. Semoga festival tongthek seperti ini bisa terus diadakan setiap tahun karena selain sebagai hiburan juga menjadi cara untuk melestarikan budaya daerah,” ujarnya.

 

Diyan Ni’matus Sa’adah