blank
Tameim Majed Salem Saif Alkindi, saat memimpin Shalat Tarawih malam ke-12 Ramadan. Foto: dok/ist

SEMARANG (SUARABARU.ID)– Kehadiran imam Shalat Tarawih, Tameim Majed Salem Saif Alkindi, dari Uni Emirat Arab (UEA), membawa warna lain pada kegiatan ibadah malam ke-12 Ramadan, yang digelar di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Semarang, Minggu (1/3/2026).

Gaya bacaan imam internasional Tameim Majed yang merdu khas Timur Tengah itu, menciptakan suasana Ramadan global di MAJT, yang diikuti ratusan jamaah ini.

Dalam tarawih yang menggunakan pola satu malam satu juz itu, Tameim Majed didampingi Imam Besar MAJT, KH Ulil Abshor AH. Semalam, bacaan tarawih masuk juz ke-12, dimulai dari Surat Hud, dilanjutkan Surat Yusuf.

BACA JUGA: IPHI Jateng Gelar Tarawih dan Silaturahim Bersama

Sebelum memimpin tarawih, Tameim Majed didampingi Direktur Ponpes Tahfidz AlQur an MAJT-Baznas, Dr KH M Saifuddin Lc MA, berkeliling sekitar MAJT dengan kereta odong-odong.

Tameim Majed pun mengagumi keindahan bangunan MAJT dengan Menara Al Husna, area jogging, serambi untuk berkegiatan, hotel, wisata religi, agrowisata dan kuliner.

”Masya Allah, very nice. Masjid ini lengkap dengan sarana untuk wisata, akses olahraga, dan menjadi Pondok Pesantren Tahfidz Alquran,” katanya.

BACA JUGA: Dari Tetes Peluh Prajurit, Wujudkan MCK yang Sudah Dinanti Warga

Tameim Majed sendiri akan berada di Indonesia selama 10 hari. Selain di MAJT dan Masjid Raya Sheikh Zayed Solo, dia berkunjung ke Masjid Raya Baiturrahman Aceh, dan Masjid Istiqlal Jakarta.

Dalam tiga hari ini, MAJT kedatangan tiga imam internasional dari Asia, Timur Tengah dan Afrika, untuk memimpin ibadah Shalat Tarawih. Setelah Tameim Hajed, pada Senin (2/3/2026) malam nanti, takmir masjid menghadirkan Abdellah BLLA dari Maroko, dan Selasa (3/3/2026) Umar Abdul Basit dari Pakistan.

Menurut Sekum Pelaksana Pengelola MAJT, Drs KH Muhyiddin MAg, hadirnya imam dari luar negeri itu, merupakan fasilitas dari Pemerintah UEA untuk Indonesia. Dan wilayah Jateng dipusatkan di Masjid Raya Sheikh Zayed Solo. Selanjutnya para imam itu disebar ke masjid-masjid besar, termasuk di MAJT.

BACA JUGA: Ketua DPRD Jateng Sumanto: Ramadhan Bawa Dampak Signifikan Terhadap Perekonomian Masyarakat

”Makna kehadiran para imam ini menunjukkan, kami terbuka bekerja sama dengan pihak luar, menerima tamu dari manapun. Harapan lain, ada situasi yang berbeda untuk menarik jamaah Shalat Tarawih,” katanya.

Pada Ramadan tahun lalu, imbuh Muhyiddin, sejumlah ulama dari Palestina juga akan hadir di MAJT. Dijadwalkan, akan ada acara I’tikaf (tanggal ganjil 21, 23, 25, 27, 29 Ramadan).

”Salah satunya pada tanggal 23 Ramadan, kami kedatangan Sheikh Ammar Azmi Ar-Rafati dari Yaman, untuk memimpin I’tikaf, mulai pukul 02.00 WIB. Nantinya akan diisi dengan Shalat Tasbih dan zikir,” tambahnya.

BACA JUGA: Mahasiswa Pakistan Raih Gelar Doktor Ilmu Hukum Unissula dengan IPK 3,99

Sementara itu, Kepala bagian Humas MAJT, Benny Arief Hidayat menambahkan, kehadiran tiga imam internasional itu, memberikan suasana Ramadan di MAJT lebin khidmat dan punya daya tarik.

Pada Ramadan 1447 H ini, MAJT penuh dengan kegiatan untuk menyemarakkan Ramadan, mulai dari kajian rutin, khataman 30 juz dan talkshow. Tiap hari masjid juga membagikan ratusan takjil dan paket berbuka gratis, termasuk makan sahur saat kegiatan I’tikaf nanti.

Riyan