SEMARANG (SUARABARU.ID)– Program Pascasarjana Universitas Semarang (USM), menggandeng Yayasan Meira Visi Persada, menggelar Pelatihan Penulisan Artikel Ilmiah, di kampus USM yang ada di Jalan Soekarno-Hatta, Tlogosari, Semarang, Sabtu (28/2/206).
Selain mengadakan pelatihan, juga dilakukan penandatanganan perjanjian kerja sama dengan Yayasan Meira Visi Persada. Penandatanganan dilakukan Direktur Pascasarjana USM, Dr Muhammad Junaidi SHI MH, dan Kepala Divisi Riset Yayasan Meira Visi Persada, Dr Fibry Jati Nugroho STh MSi.
Menurut Junaidi, kerja sama ini sebagai langkah memacu akselerasi kualitas akademik dan publikasi ilmiah, di tingkat internasional. Selain itu juga, sebagai rangkaian dari persiapan 6th International Conference on Law, Social Science, Economics, and Education (ICLSE 2026).
BACA JUGA: Mahasiswi FTIK USM Juara I Corla Idol Indonesia, Raih Hadiah Rp 5 Juta dan Umroh
”Sinergi ini bertujuan untuk memperkuat jaringan akademik, serta mendorong kolaborasi kelembagaan dalam bidang penelitian dan pengabdian masyarakat,” tuturnya.
Dia juga menyatakan, kolaborasi itu merupakan jawaban atas tantangan rendahnya budaya menulis di Indonesia, yang masih didominasi budaya lisan. Dia berharap, kemitraan ini berdampak langsung pada performa jurnal-jurnal di lingkungan USM.
”Kami mengharapkan, kegiatan dan kerja sama ini mampu meningkatkan kualitas serta peringkat akreditasi jurnal-jurnal di lingkungan Pascasarjana USM. Penguatan kapasitas dosen dan mahasiswa dalam menulis artikel standar internasional menjadi kunci, agar riset kita tidak hanya berhenti di laci, tapi diakui secara global,” imbuh Junaidi.
BACA JUGA: Prodi Ilmu Komunikasi USM Raih Akreditasi Unggul

Tim Program Pascasarjana USM bersama Yayasan Meira Visi Persada, berfoto bersama usai menggelar Pelatihan Penulisan Artikel Ilmiah, di kampus USM. Foto: dok/usm
Kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan penulisan ilmiah, yang menghadirkan Dr Fibry Jati Nugroho sebagai narasumber utama. Dalam paparannya, Dr Fibry membedah struktur artikel ilmiah yang ideal, mulai dari abstraksi hingga kesimpulan, serta cara membangun argumen yang kuat dan jujur.
Menurutnya, fokus utama pelatihan ini untuk memberikan strategi, agar peneliti dapat menemukan kebaruan (novelty) dan urgensi, dalam topik riset. Peserta diajak untuk mengeksplorasi tantangan global, seperti kendaraan listrik dan keberlanjutan ekonomi, dengan menggunakan sudut pandang kearifan lokal (local wisdom).
”Doktor Fibry juga memberikan tips bagi para peneliti, untuk mengatasi kendala penulisan dalam bahasa Inggris, serta pentingnya mengikuti pedoman jurnal yang dituju,” ujarnya.
BACA JUGA: Direktur Program Pascasarjana USM Audiensi dengan Gubernur Jateng
Dia menambahkan, pelatihan itu juga menjadi jembatan bagi para akademisi USM, untuk berpartisipasi dalam ICLSE 2026, yang akan digelar pada 25 April mendatang. Panitia ICLSE 2026 akan memberikan insentif berupa voucher diskon pendaftaran, bagi peserta yang berkomitmen mengirimkan karya mereka.
Sebagai tindak lanjutnya, peserta didorong untuk segera mengirimkan abstraksi penelitian, paling lambat pada 14 Maret, dan makalah lengkap pada 15 April.
Pada sesi pendalaman kedua, direncanakan akan kembali digelar secara daring pada 15 Oktober pukul 16.00 WIB, untuk memastikan naskah para peserta siap menembus prosiding dan jurnal bereputasi.
”Melalui inisiatif ini, Pascasarjana USM membuktikan komitmennya dalam membangun ekosistem riset yang sehat, kompetitif, dan memiliki kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan di Indonesia,” ungkapnya.
Riyan













