SEMARANG (SUARABARU.ID)– Sekitar 500 jamaah Masjid At-Taqwa Muhammadiyah Jawa Tengah, yang ada di kompleks Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), hadir mengikuti Shalat Tarawih perdana pada Ramadan 1447 H/2026 M, Selasa (17/2/2026).
Shalat Tarawih dipimpin Imam Muhammad Malikus Sholeh Al Hafidz, sedangkan tausiyah disampaikan Dr H Karnadi Hasan MPd, dosen Fakultas Tarbiyah UIN Walisongo Semarang, yang juga sebagai Ketua Takmir Masjid At-Taqwa Muhammadiyah Jateng.
Dalam ceramahnya, Karnadi menegaskan, Ramadan merupakan momentum pembentukan insan bertakwa. Dia juga menjelaskan, puasa bertujuan membentuk pribadi muttaqin, memperdalam pemahaman (ta’lamun), dan menumbuhkan rasa syukur (tasykurun).
BACA JUGA: Banjir Grobogan Akibat Tanggul Tuntang Jebol, PLN Percepat Pemulihan Listrik Bertahap
”Puasa bukan sekadar ibadah fisik, tetapi proses pendidikan spiritual, yang menumbuhkan kesadaran, empati, dan kedewasaan iman,” kata Karnadi dalam tausiyahnya.
Dia juga mengingatkan, makna dibukanya pintu-pintu Surga dan ditutupnya gerbang Neraka di Bulan Ramadan, mencerminkan keluasan rahmat Allah SWT, yang membuka peluang kebaikan seluas-luasnya bagi umat manusia.
Tarawih malam itu berlangsung tertib, dan penuh kekhusyukan. Doa penutup menggema sebagai harapan bersama, agar Ramadan kali ini menjadi jalan menuju peningkatan iman dan kualitas kemanusiaan.
BACA JUGA: Pemprov Jateng Pastikan Petani Grobogan Terlindungi AUTP Usai Sawah Terendam Banjir
Dalam pelaksanaan tarawih ini, jamaah mengikuti keputusan awal Ramadan yang ditetapkan Muhammadiyah, melalui metode hisab. Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadan 1447 H, jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026 Masehi.
Sementara pemerintah melalui Sidang Isbat, yang digelar Kementerian Agama RI menetapkan, awal Ramadan pada Kamis (19/2/2026). Perbedaan ini menjadi cerminan dinamika Ijtihad dalam khazanah Islam Indonesia. Hal itu juga bukan dianggap sebagai pemisah, melainkan sebagai ruang harmonisasi untuk saling menghargai.
Riyan













