blank
Petugas PLN UID Jawa Tengah dan DIY saat melakukan pemulihan pasokan listrik di wilayah yang terdampak banjir pasca jebolnya Tanggul Sungai Tuntang. Foto: dok PLN UID Jateng & DIY.

GROBOGAN (SUARABARU.ID) – PLN Induk Unit Distribusi (IUD) Jawa Tengah dan DIY langsung melakukan pemulihan listrik di Grobogan setelah banjir melanda wilayah tersebut, menyusul jebolnya tanggul Sungai Tuntang yang berdampak pada sistem kelistrikan dan aktivitas warga.

Proses pemulihan listrik di Grobogan dilakukan secara bertahap dengan mengedepankan aspek keselamatan masyarakat di tengah kondisi banjir yang belum sepenuhnya surut.

Banjir terjadi di Desa Tinanding, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, setelah tanggul Sungai Tuntang jebol di Desa Pilang Wetan, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Demak, sehingga air meluap dan merendam permukiman warga.

Peristiwa tersebut dipicu cuaca ekstrem pada Senin (16/2/2026), sekitar pukul 14.00 WIB, yang menyebabkan debit air Sungai Tuntang meningkat drastis dan meluas ke sejumlah desa di wilayah Grobogan.

BACA JUGA : Pemprov Jateng Pastikan Petani Grobogan Terlindungi AUTP Usai Sawah Terendam Banjir

Genangan air yang meluas berdampak langsung pada jaringan listrik, sehingga PLN harus melakukan pengamanan instalasi guna mencegah risiko gangguan dan bahaya bagi masyarakat.

Pada tahap awal kejadian, PLN mencatat sebanyak 335 pelanggan terdampak akibat genangan air dan kerusakan pada tiang listrik yang memaksa pasokan dihentikan sementara.

Seiring meningkatnya debit air pascajebolnya tanggul, jumlah pelanggan terdampak bertambah signifikan menjadi 2.412 pelanggan yang tersebar pada 36 gardu trafo dan dua penyulang listrik.

PLN segera mengambil langkah cepat dengan mengamankan jaringan kelistrikan dan menghentikan aliran listrik sementara demi menghindari potensi korsleting dan risiko kecelakaan.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab PLN dalam menjaga keselamatan warga di tengah kondisi darurat banjir.

Hingga Selasa, 17 Februari 2026, pukul 09.00 WIB, PLN berhasil memulihkan pasokan listrik untuk 1.742 pelanggan atau sekitar 72 persen dari total pelanggan terdampak.

Sementara itu, sebanyak 536 pelanggan lainnya masih menunggu pemulihan karena genangan air di sejumlah titik belum sepenuhnya surut.

BACA JUGA : Jaga Kebugaran Menjelang Ramadan, Ini yang Dilakukan PCA Nalumsari

Petugas PLN terus melakukan asesmen lapangan untuk memastikan kondisi aman sebelum menyalakan kembali aliran listrik ke rumah-rumah warga.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jawa Tengah dan DIY, Bramantyo Anggun Pambudi, menegaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam setiap proses pemulihan.

“PLN bergerak cepat mengamankan instalasi kelistrikan untuk mencegah potensi bahaya akibat genangan air,” kata Bramantyo dalam siaran pers yang diterima.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan tidak mendekati jaringan maupun peralatan listrik yang terdampak banjir.

Petugas PLN disiagakan penuh selama 24 jam untuk mempercepat pemulihan pasokan listrik setelah kondisi dinyatakan aman oleh tim teknis di lapangan.

Selain memulihkan listrik rumah warga, PLN memastikan suplai listrik ke lokasi pengungsian tetap terjaga guna mendukung kebutuhan dasar masyarakat.

PLN juga terus menjalin koordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait agar penanganan banjir Grobogan berjalan terpadu dan efektif.

BACA JUGA : Jamaah Masjid Al Falah Bersemangat Mewujudkan Kampung Ramadhan

Sinergi tersebut diharapkan mampu mempercepat proses pemulihan, baik dari sisi kelistrikan maupun penanganan dampak banjir lainnya.

PLN Induk Unit Distribusi Jawa Tengah dan DIY berupaya melakukan pemulihan listrik di Grobogan terus dilakukan secara bertahap dengan pengawasan ketat demi keselamatan warga.

PLN Induk Unit Distribusi Jawa Tengah dan DIY mengajak masyarakat Grobogan untuk aktif melaporkan gangguan listrik melalui aplikasi PLN Mobile atau kanal resmi lainnya agar proses pemulihan listrik dapat berjalan cepat, aman, dan tepat sasaran.

TYA WIDYA