JEPARA (SUARABARU.ID) – Setelah menggelar pelatihan mengukir untuk siswa SD, Yayasan Pelestari Ukir Jepara menggelar kembali pelatihan Pelajar Mengukir untuk pelajar SMK di Kabupaten Jepara bertempat di Gallery Jepara Wood Carving di Pantai Kartini Jepara. Pelatihan dipandu oleh Drs Suyoto, Riyanto, Sulistiyani dan Warti.
Kelas pelajar mengukir ini diikuti oleh 18 pelajar dari SMKN 1 Batealit, SMKN 1 Kedung, SMKN 3 Jepara, SMKN 1 Jepara SMK Al Hikmah Mayong, dan SMK Wikrama 1 Jepara. Semua peserta belum pernah mengikuti pelatihan mengukir

Karena itu Suyoto selaku instruktur mengawali kelas dengan menjelaskan jenis-jenis pahat dan manfaatnya, cara memegang pahat dan palu hingga sikap saat memahat.
Suyoto juga memberikan motivasi kepada peserta untuk turut serta menjaga pelestarian seni ukir. “Seni ukir adalah warisan budaya takbenda Indonesia yang dimiliki oleh Jepara. Disamping itu seni ukir juga merupakan budaya Jepara yang terbukti telah mensejahterakan masyarakat,” ujar Suyoto.
Terkait dengan program Kelas Pelajar Mengukir ini Ketua Yayasan Pelestari Ukir Jepara Hadi Priyanto mengucapkan terima kasih kepada Ketua MKKS SMK Kabupaten Jepara yang telah bersedia mensosialisasikan program tersebut kepada para kepala sekolah.

“Juga terima kasih kepada para kepala sekolah SMK yang telah mengirimkan siswanya dalam pelatihan. Ini bentuk komitmen terhadap pelestarian budaya dan seni ukir Jepara yang merupakan kearifan lokal Jepara yang telah diakui dunia,” ujar Hadi Priyanto.
Hadi juga mengungkapkan, dari 18 peserta yang ikut dalam pelatihan, berdasarkan pendataan belum ada satu pun yang pernah berlatih mengukir sebab tidak ada kegiatan belajar mengukir dibangku sekolah sebelumnya.
Septiana Wibowo













