KEBUMEN (SUARABARU.ID) – Prestasi membanggakan diraih mahasiswi Program Doktor Pendidikan IPA Universitas Negeri Semarang (Unnes) Siti Fatimah (37).
Dosen Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IAINU) Kebumen itu resmi dinyatakan lulus setelah mengikuti ujian tertutup sekaligus promosi doktor, Kamis (5/2) 2026.
Pelaksanaan ujian dilakukan tanpa ujian terbuka. Mengingat Siti Fatimah telah berhasil mengantongi tiga artikel ilmiah bereputasi internasional sebagai luaran utama disertasinya yang salah satunya adalah di Journal of Turkish Science Education dengan kuartil Q2.
Selain publikasi internasional tersebut, Siti Fatimah juga menghasilkan berbagai luaran karya ilmiah. Antara lain buku, hak cipta, serta prosiding pada forum nasional dan internasional.
Capaian ini menunjukkan produktivitas riset yang tinggi sekaligus kontribusi nyata dalam pengembangan keilmuan Pendidikan IPA dan kontribusi pada dunia pendidikan.

Dalam disertasinya, Siti Fatimah mengangkat isu strategis tentang lingkungan dan energi terbarukan yang terintegrasi dengan prinsip Sustainable Development Goals (SDGs), kearifan lokal, serta pendekatan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM).
Penelitian ini dirancang tidak hanya untuk menghasilkan kebaruan akademik, tetapi juga mendorong solusi kontekstual terhadap permasalahan lingkungan melalui pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Pendekatan tersebut memperkuat posisi riset sebagai jembatan antara pengembangan ilmu pengetahuan dan keberlanjutan kehidupan.
Ujian doktoral menghadirkan tujuh penguji. Prof Dr Edy Cahyono MSi, Prof Dr Cartono SPd MPd MT, Prof Dr.Sri Ngabekti MS, Prof Wiyanto MSi, Prof Dr Sarwi MSi, Dr Suharto Linuwih MSi, serta Dr Novi Ratna Dewi SSi MPd.
Para penguji tidak hanya menelaah kebaruan ilmiah disertasi, tetapi juga memfokuskan diskusi pada manfaat hasil penelitian dalam skala luas. Khususnya kontribusinya terhadap pengembangan pembelajaran IPA, implementasi model pembelajaran di berbagai jenjang pendidikan, serta implikasi praktis bagi dunia pendidikan.
Prestasi Siti Fatimah semakin istimewa karena berhasil menyelesaikan studi doktoralnya dalam waktu 2 tahun enam bulan, dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna yaitu 4,00. Capaian ini mendapat apresiasi dari Tim Penguji sebagai bentuk dedikasi, konsistensi, dan komitmen tinggi terhadap kualitas akademik dan riset.
Dosen yang akrab disapa Bu Fat ini memang dikenal jago menulis jurnal ilmiah bereputasi. Ia pun mengaku memilih topik disertasi tersebut dalam upaya mewujudkan SDGs perlu mengintegrasikan ke dalam pembelajaran.
“Bahkan juga perlu adanya pengembangan keterampilan Abad 21 yang berkelanjutan sehingga penting untuk memfasilitas literasi berkelanjutan,”tandas pengajar yang murah senyum itu.
Terkait kiat menyelesaikan studi lebih cepat, Fatimah memaparkan salah satu kuncinya adalah publikasi artikel jurnal internasional bereputasi dan riset (penelitian) disertasi berjalan beriringan.
Keberhasilan ini diharapkan mampu mengimplementasikan hasil penelitiannya secara berkelanjutan dalam pengembangan pendidikan dan Tri Darma Perguruan Tinggi, sekaligus menjadi inspirasi bagi sivitas akademika untuk terus meningkatkan kualitas riset dan publikasi ilmiah.
Komper Wardopo













