GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Menjelang Tahun Baru Imlek, umat Konghucu di Klenteng Hok An Bio Purwodadi menggelar Sembahyang Dewa Bumi Naik sebagai bagian dari rangkaian ritual sakral menyambut pergantian tahun baru penanggalan Kongzili.
Ritual Sembahyang Dewa Bumi Naik di Klenteng Hok An Bio Purwodadi tersebut berlangsung enam hari sebelum Tahun Baru Imlek dan dilaksanakan dengan penuh kekhidmatan oleh umat yang hadir di rumah ibadah bersejarah itu.
Prosesi ibadah berlangsung dengan suasana yang tenang dan sarat makna spiritual di Klenteng Hok An Bio Purwodadi, Rabu 11 Februari 2026.
BACA JUGA : Disiapkan, Penyerahan Santunan untuk Anggota Linmas Sakit dan Meninggal Dunia
Umat Konghucu mengikuti jalannya sembahyang dengan tertib dan khusyuk, masing-masing membawa batang dupa sebagai simbol penghormatan dan doa kepada para dewa.
Sebagian dari mereka mengenakan busana bernuansa merah yang melambangkan keberuntungan, harapan, serta semangat baru menjelang pergantian tahun.

Di hadapan altar utama, umat memanjatkan doa dengan penuh penghayatan, memohon keselamatan, kedamaian, dan kesejahteraan bagi kehidupan mereka di tahun mendatang.
Cahaya lilin yang menyala terang berpadu dengan aroma dupa dan sesajen sederhana, menciptakan suasana sakral yang menenangkan selama ritual berlangsung.
BACA JUGA : Kolaborasi Kanwil Kemenkum Jateng dan UIN Saizu Purwokerto, Sosialisasikan KUHP dan KUHAP Baru
Sesajen yang dipersembahkan berupa kue mangkok merah dan hidangan simbolik lainnya yang memiliki makna spiritual dalam tradisi Konghucu.
Ketua Pengurus Klenteng Hok An Bio, Budi Wiguna, menjelaskan bahwa ritual tersebut memiliki makna penting bagi umat Konghucu menjelang Imlek.
Ia menyampaikan bahwa sembahyang ini merupakan prosesi mengantar Dewa Bumi atau Dewa Dapur, yang dikenal sebagai Cao Kun Kong, kembali ke langit.
“Sembahyang hari ini adalah mengantar Dewa Dapur melapor kepada Kaisar Langit tentang perilaku manusia selama setahun,” ujar Budi Wiguna.
Menurut Budi Wiguna, dalam ajaran Konghucu, Cao Kun Kong dipercaya sebagai utusan langit yang bertugas mengawasi serta mencatat perbuatan manusia selama hidup di bumi.
Catatan tersebut nantinya akan disampaikan kepada Kaisar Langit sebagai bahan pertimbangan menjelang pergantian Tahun Baru Imlek.
Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili sendiri jatuh pada Selasa, 17 Februari 2026, dan akan dirayakan dengan berbagai agenda keagamaan di Klenteng Hok An Bio.
“Setelah ini kami lakukan bersih-bersih klenteng Kamis, 12 Februari 2026, lalu Sembahyang Malam Imlek pada 16 Februari 2026,” jelasnya.
BACA JUGA : Bank Jateng Jakarta Jalin Kerja Sama dengan IKKG, Perluas Akses Layanan Perbankan
Selain rangkaian ibadah, pengurus klenteng juga menyiapkan kirab Bangrongsai yang akan digelar pada hari Imlek.
Kirab tersebut dijadwalkan berlangsung Selasa, 17 Februari 2026, mulai pukul 07.00 WIB dengan rute melintasi jalan-jalan utama Kota Purwodadi.
Rangkaian perayaan Imlek di Klenteng Hok An Bio Kota Purwodadi akan berlanjut hingga awal Maret 2026.
Puncak penutup rangkaian tersebut ditandai dengan pelaksanaan Sembahyang Dewa Bumi Turun yang dirangkai dengan perayaan Cap Go Meh.
Melalui perayaan Tahun Baru Imlek di Klenteng Hok An Bio Purwodadi, umat berharap ritual Sembahyang Dewa Bumi Naik membawa berkah dan keseimbangan bagi kehidupan.
Budi Wiguna berharap momentum Tahun Baru Imlek di Klenteng Hok An Bio Purwodadi melalui Sembahyang Dewa Bumi Naik dapat membawa kedamaian, kesejahteraan, dan keharmonisan bagi umat serta masyarakat luas.
TYA WIDYA













