blank
Para aparat siaga bencana dari BPBD Kabupaten Wonogiri, bersama TNI-Polri dan relawan dari berbagai komunitas, melakukan penanganan darurat di lokasi bencana hujan angin.(Dok.BPBD Wonogiri)
WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Dalam dua hari terkahir ini, bencana hujan angin melanda di 3 wilayah kecamatan di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Yakni di Kecamatan Wonogiri Kota, Ngadirojo dan Selogiri. Menimbulkan kerusakan di 31 lokasi, menyebabkan putusnya akses hubungan darat di sejumlah desa dan merusak rumah warga, serta memutuskan jaringan listrik di 37 titik.

Warga menyebutkan, bencana tersebut diawali dengan turunnya hujan deras, yang kemudian diwarnai datangnya angin kencang. Ini membuat panik masyarakat. Mereka banyak yang kemudian berhamburan ke luar rumah untuk berjaga-jaga, sambil memukul kentongan bertalu-talu sebagai isyarat waspada.

Data kejadian pada Sabtu (7/2/26), bencana hujan angin tersebut menimbulkan kerusakan di 16 lokasi. Terdiri atas 9 lokasi di Kecamatan Wonogiri Kota, 5 lokasi di Kecamatan Ngadirojo dan 2 lokasi di Kecamatan Selogiri. Kemudian Minggu hari ini (8/2/26), hujan angin kembali melanda di Kecamatan Wonogiri Kota. Menimbulkan kerusakan di 15 lokasi.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonogiri, Fuad Wahyu Pratama, menyatakan, tidak ada korban jiwa dalam bencana hujan angin tersebut. Kerusakan terjadi, karena pohon bertumbangan. Ada yang menimpa rumah warga dan melintang jalan menutup akses hubungan darat.

Dampak lain dari banyaknya pohon tumbang tersebut, telah menyebabkan putusnya jaringan listrik dan merusak komponen peralatan listrik yang terpasang pada tiang dan jaringan. Mengakibatkan terjadinya mati lampu di sejumlah lokasi.

Roboh

Terkait jaringan listrik, dua Kantor Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Layanan Pelanggan (ULP) yang ada di Kabupaten Wonogiri, melaporkan telah terjadi kerusakan di 37 titik. Penyebabnya, kawat jaringan putus tertimpa pohon tumbang, dan sebagian berdampak pada robohnya tiang listrik serta kerusakan komponen pelengkap jaringan terpasang. Ke-37 titik jaringan listrik yang rusak tersebut, terdiri atas 13 titik berada dalam kewenangan PLN ULP Jatisrono, dan sebanyak 24 titik di wilayah PLN ULP Wonogiri.

Data Minggu (8/2/26), menyebutkan, hujan yang disertai angin kencang melanda wilayah Kecamatan Wonogiri Kota. Dampaknya, menimbulkan kerusakan di 15 titik yang tersebar di 5 wilayah desa/kelurahan. Mayoritas kerusakan, terjadi sebagai dampak dari banyaknya pohon yang tumbang. Yang menyebabkan kerusakan pada rumah induk, rumah dapur dan kandang ternak.

Sebagaimana yang terjadi di Kelurahan Giripurwo misalnya, pohon tumbang terjadi di Lingkungan Kedungringin, Salak dan Sanggrahan. Kemudian di Kelurahan Wonoboyo, terjadi di Lingkungan Jatirejo. Berikut di Desa Purworejo, terjadi di komplek Perumahan GSW Blok E1. Juga terjadi di Banjardowo dan di Sumberjo. Di Desa Bulusulur, terjadi di Dusun Kedungsono. Di Desa Pokohkidul, melanda di Dusun Kajar.

Menyikapi bencana beruntun tersebut, telah dilakukan penanganan darurat. Yakni upaya percepatan untuk memulihkan kondisi ke arah normal. Pemulihan jaringan listrik yang terputus, masih terus dilakukan dan sebagian sudah berangsur normal.

Penanganan darurat dilakukan dengan melibatkan para prajurit TNI dan personel Polri, aparat siaga bencana dari BPBD, teknisi listrik dari PLN. Juga melibatkan para relawan dari Palang Merah Indonesia (PMI), relawan dari Search And Rescue (SAR) Markas Induk Wonogiri dan SAR dari MTA, para personel Senkom Mitra Polri, Perangkat Desa dan warga masyarakat.(Bambang Pur)