GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Gerakan peduli alam yang digagas mahasiswa Universitas An Nur berlangsung di Desa Cingkrong, Kecamatan Purwodadi, Grobogan, Rabu (4/2/2026).
Aksi lingkungan ini menyasar kawasan tanggul sungai sebagai langkah konkret mahasiswa dalam menjaga keseimbangan alam dan keselamatan warga.
Kegiatan mahasiswa Universitas An Nur tersebut memusatkan perhatian pada wilayah Cingkrong, Purwodadi, yang selama ini rawan banjir.
BACA JUGA : Tenun Troso Resmi Bersertifikat IG, Kemenkum Jateng Perkuat Perlindungan Warisan Jepara
Melalui gerakan peduli alam, para mahasiswa menegaskan komitmennya untuk hadir langsung di tengah masyarakat dengan solusi berkelanjutan berbasis lingkungan.
Mahasiswa bersama warga menanam ribuan bibit pohon di sepanjang tanggul Sungai Serang yang kerap meluap saat musim hujan. Mereka memilih lokasi tersebut karena menjadi titik krusial yang berpengaruh besar terhadap keselamatan permukiman dan lahan pertanian warga.
Aksi penghijauan ini menjadi bagian dari upaya mitigasi bencana banjir yang selama bertahun-tahun menghantui warga Desa Cingkrong.
Sungai Serang yang melintas di wilayah tersebut sering meluap akibat tingginya debit air dan melemahnya struktur tanah di bantaran sungai.
Sebanyak 1.500 bibit pohon ditanam secara bertahap oleh mahasiswa sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat daya dukung tanah sekaligus memulihkan fungsi ekologis bantaran sungai.
Kegiatan tersebut mendapat perhatian serius dari jajaran pemerintah daerah. Wakil Bupati Grobogan Sugeng Prasetyo hadir langsung untuk memberikan dukungan moral sekaligus meninjau lokasi penanaman bibit pohon.
Ketua DPRD Grobogan Lusiana Indah Artani berkesempatan hadir dalam kegiatan tersebut. Kehadiran unsur legislatif ini mempertegas dukungan lintas sektor terhadap gerakan lingkungan yang dipelopori kalangan mahasiswa.
BACA JUGA : Pascasarjana Universitas Semarang Sukses Gelar ‘Guest Lecture’
Selain pejabat daerah, perwakilan Polres, Kodim, serta Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Grobogan ikut ambil bagian dalam aksi tersebut. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa penanganan banjir membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Selama ini, Desa Cingkrong dikenal sebagai wilayah yang rentan terdampak banjir berulang. Luapan Sungai Serang kerap merendam lahan pertanian produktif, memutus akses jalan, dan mengganggu aktivitas ekonomi warga.
Wakil Bupati Grobogan Sugeng Prasetyo menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa yang mampu menggandeng berbagai pihak dalam aksi nyata pelestarian lingkungan tersebut.
“Saya berharap melalui aksi ini kita benar-benar bisa mewariskan sesuatu yang indah serta lingkungan hijau kepada anak cucu kita nantinya,” kata Sugeng dalam sambutannya.
Menurut Sugeng, penanaman pohon tidak hanya berfungsi sebagai penghijauan, tetapi juga menjadi bagian penting dari upaya menjaga ekosistem sungai agar tetap stabil dan aman bagi masyarakat sekitar.
Ia juga mengingatkan pentingnya perawatan tanggul sungai yang saat ini tengah dibangun oleh pemerintah daerah. Menurutnya, pembangunan fisik harus sejalan dengan upaya vegetatif agar hasilnya maksimal.
Pemerintah Kabupaten Grobogan saat ini terus menggenjot pembangunan tanggul sepanjang tiga kilometer untuk mengantisipasi luapan Sungai Serang. Proyek tersebut diharapkan mampu melindungi ribuan warga dari ancaman banjir.
Sugeng menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tanggul sangat bergantung pada kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan sekitar sungai.
“Jangan ditanami jenis tanaman yang justru bisa merusak kekuatan konstruksi tanggul,” tegas Sugeng di sela kegiatan penanaman bibit pohon itu.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa menanam berbagai jenis tanaman keras seperti jati dan kayu putih. Jenis tanaman ini dipilih karena memiliki sistem perakaran kuat yang mampu mengikat tanah secara optimal.
Presiden BEM Universitas An Nur Purwodadi, Muhammad Hilal, menyatakan bahwa mahasiswa memiliki tanggung jawab moral sebagai agen perubahan, khususnya dalam isu lingkungan hidup.
“Kami berharap terus diberi wadah untuk melakukan pengabdian yang berdampak nyata bagi masyarakat,” ucap Hilal penuh semangat saat di lokasi kegiatan.
BACA JUGA : Jelang Mudik Lebaran 2026, 16 Ribu Tiket KA Reguler Keberangkatan Daop 4 Semarang Terjual
Gerakan peduli alam yang dilakukan mahasiswa Universitas An Nur di Cingkrong, Purwodadi, ini bukan sekadar kegiatan simbolis.
Aksi tersebut menjadi respons atas kondisi geografis Grobogan yang menyerupai cekungan dan rentan menampung aliran air dari wilayah sekitarnya.
Melalui gerakan peduli alam ini, mahasiswa Universitas An Nur berharap penanaman pohon di Cingkron ini mampu menjadi investasi ekologis jangka panjang yang menjaga keselamatan warga sekaligus memperkuat ketahanan lingkungan Grobogan dari ancaman banjir di masa mendatang.
TYA WIDYA













