blank
Peluncuran program magang P2P. Foto: Humas

SEMARANG (SUARABARU.ID) – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Jawa Tengah mencatat setidaknya terdapat 4.517 kader yang telah mengikuti program Pendidikan Pengawasan Partisipatif (P2P).

Para kader tersebut tersebar di 35 kabupaten/kota dan membentuk berbagai komunitas yang kini menjadi mitra strategis Bawaslu kabupaten/kota dalam mengembangkan pengawasan partisipatif.

Kader-kader yang telah dididik tersebut berkembang mencapai level aktif dan fungsional. Saat ini Bawaslu Provinsi Jawa Tengah menghadapi tantangan besar, dimana kebijakan efisiensi meniadakan alokasi anggaran untuk menjaga keberlanjutan program P2P.

“Bawaslu Provinsi Jawa Tengah melakukan inovasi dengan mendesain ulang tata kelola program magang mahasiswa di lingkungan Sekretariat Bawaslu Provinsi Jawa Tengah,” ujar Ketua Bawaslu Jateng, Muhammad Amin, Kamis (5/2/2026).

Sebelumya, program magang mahasiswa cenderung menempatkan peserta hanya pada tugas-tugas administratif. Melalui desain ulang ini, Bawaslu Provinsi Jawa Tengah mentransformasikan program ini menjadi salah satu bentuk lain dari P2P.

Peserta magang tidak hanya dikenalkan dengan berbagai jenis kegiatan di dunia kerja, tetapi juga dibekali dengan pendidikan dan praktik sebagai pengawas partisipatif.

Berdasarkan data dari Divisi Pencegahan dan Partisipasi Masyarakat Bawaslu Provinsi Jawa Tengah, saat ini ada 81 peserta magang berasal dari 29 sekolah dan perguruan tinggi yang tersebar di 14 kantor Bawaslu Provinsi serta Bawaslu kabupaten/kota.

Di Bawaslu Provinsi Jawa Tengah sendiri, saat ini terdapat 26 peserta magang yang berasal dari Universitas Diponegoro, Universitas Tujuh Belas Agustus 1945 Semarang, Universitas Tidar Magelang, UIN Walisongo Semarang, Universitas Katolik Soegijapranata, dan Universitas Negeri Semarang.

Bawaslu Provinsi Jawa Tengah menilai transformasi program magang ini memiliki beberapa manfaat strategis. Pertama, siswa dan mahasiswa peserta magang merupakan calon pemilih pada Pemilu 2029 mendatang. Melalui program ini, Bawaslu Provinsi Jawa Tengah berharap akan lahir alumni-alumni baru pengawas partisipatif di level pemilih pemula.