GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Kepadatan lalu lintas di Jalan Purwodadi–Semarang kembali terjadi dan viral di media sosial.
Kondisi ini terpantau di Desa Gebangan, Kecamatan Tegowanu, Kamis (22/1/2026) pagi. Akibat kepadatan lalu lintas ini, memicu gesekan antarpengendara akibat arus kendaraan yang tersendat cukup lama.
Akun Jamaah AR di Grup Media Informasi Gubug membagikan video gesekan antar pengendara yang terjadi di tengah-tengah kepadatan lalu lintas.
BACA JUGA : Angka Stunting di Kebumen Turun Dua Persen
Dalam video tersebut, sejumlah pengendara lain terlihat berusaha melerai agar tidak berlarut-larut dan menambah kemacetan lalu lintas yang semakin parah.
Diketahui, gesekan antar pengendara tersebut lantaran tidak ada satupun yang mau mengalah, baik dari arah barat maupun timur.

Dalam video tersebut juga memperlihatkan antrean panjang kendaraan yang memadati badan jalan. Situasi ini mencerminkan padatnya volume kendaraan yang melintas pada jam keberangkatan kerja dan sekolah.
Kepadatan lalu lintas di lokasi tersebut terjadi pada pagi hari sekitar pukul 07.30 WIB. Informasi itu disampaikan oleh warganet bernama Jibril yang turut membagikan dokumentasi kemacetan.
“Macet parah setengah jam ora obah Formosa,” tulis akun tersebut dengan menyisipkan foto kondisi lalu lintas di wilayah tersebut.
Kondisi tersebut menimbulkan keluhan dari masyarakat karena jalur itu merupakan akses utama aktivitas ekonomi dan pendidikan. Terlebih jalur tersebut adalah akses utama antara Kabupaten Grobogan dan Kota Semarang.
Menanggapi situasi tersebut, Kasatlantas Polres Grobogan AKP Kumala Enggar Anjarani melalui Kanit Gakkum Iptu Eko Arie menyampaikan langkah-langkah pengamanan yang telah dilakukan di lapangan.
BACA JUGA : Penandatanganan Pakta Integritas Seleksi SIPSS 2026, Polda Jateng Tegaskan Komitmen Rekrutmen Bersih Transparan
Satlantas Polres Grobogan menempatkan sejumlah personel di titik rawan, dibantu anggota Polsek Tegowanu. Petugas melakukan pengaturan lalu lintas saat Ambang Gangguan pagi dan sore.
Langkah tersebut bertujuan menjaga kelancaran arus kendaraan sekaligus mencegah gesekan antarpengendara yang berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas.
Menurut Iptu Eko Arie, kepadatan lalu lintas di jalur tersebut terjadi karena aktivitas masyarakat berlangsung bersamaan. Pekerja pabrik, pelajar, dan karyawan kantor melintas di waktu yang hampir sama.
Situasi itu menyebabkan lonjakan volume kendaraan dalam waktu singkat. Jalur utama pun tidak mampu menampung arus kendaraan secara optimal pada jam-jam tertentu.
“Satlantas Polres Grobogan telah menempatkan anggota personel untuk melakukan pengaturan lalu lintas baik pada Ambang Gangguan Pagi dan Ambang Gangguan Sore serta melakukan patroli di jalur-jalur yang rawan,” jelas Iptu Eko Arie.
BACA JUGA : Kejar Target Eliminasi TBC 2030, Pemprov Jateng Perkuat Kolaborasi dengan Berbagai Elemen Masyarakat
Selain pengaturan, Satlantas Polres Grobogan juga mengintensifkan patroli untuk memastikan arus lalu lintas tetap terkendali.
Keluhan masyarakat menjadi perhatian serius kepolisian. Satlantas Polres Grobogan menilai pendekatan persuasif perlu dilakukan untuk menekan kepadatan lalu lintas yang berulang.
Upaya sosialisasi kepada masyarakat, khususnya pekerja pabrik, akan terus digencarkan. Langkah ini bertujuan membangun kesadaran tertib berlalu lintas.
Satlantas Polres Grobogan juga berencana menjalin koordinasi dengan pihak pabrik terkait pengaturan jam masuk dan pulang kerja. Langkah ini diharapkan mengurangi kepadatan lalu lintas yang kerap terjadi.
“Selain itu kita juga akan koordinasi dengan pihak pabrik terkait dengan pengaturan lalu lintas karena setiap pukul 07.00-09.00 WIB dan 16.00 – 19.00 WIB jalur ini selalu padat, terutama pada saat jam masuk dan pulang kerja, mengingat jalur ini adalah jalur utama yang menghubungkan antara Kabupaten Grobogan dan Kota Semarang,” pungkasnya.
TYA WIDYA











