SEMARANG (SUARABARU.ID) – Realisasi investasi di Provinsi Jawa Tengah (Jateng) pada 2025 tercatat mencapai Rp88,50 triliun, melampaui target Rp78,33 triliun.
Sejumlah sektor bisnis baru muncul, bahkan mulai mengejar dominasi industri alas kaki dalam penanaman modalnya.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Tengah, Sakina Rosellasari, mengatakan provinsi ini telah lama identik dengan ekosistem investasi industri alas kaki.
Akan tetapi, kata dia, sektor-sektor dengan nilai investasi besar mulai melirik provinsi ini. Industri padat karya baru, bertumbuhan.
“Mulai dari fiber optik, alat kesehatan, industri karet dan plastik, dan baterai,” kata Sakina dalam rilis di kantor DPMPTSP Jateng, Kamis 22 Januari 2026.
Sakina memberikan contoh, adanya pembangunan pabrik anoda baterai di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal, dengan nilai investasi Rp1,5 triliun. Selain itu, terdapat penanaman modal dari industri ban di Jatengland Demak senilai Rp1,08 triliun.
Lebih lanjut, Sakina mengatakan, capaian penanaman modal 2025 terdiri atas penanaman modal dalam negeri (PMDN) pada angka Rp37,64 triliun. Selanjutnya dan penanaman modal asing (PMA) senilai Rp50,86 triliun.
Dari realisasi ini dicatatkan mampu menjadikan 105.078 proyek, dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 418.138 orang.
Lima besar sektor realisasi investasi meliputi industri barang dari kulit dan alas kaki (Rp11,37 triliun), industri mesin, elektronik, instrumen kedokteran, peralatan listrik, presisi, optik, dan jam (Rp9,70 triliun), industri karet dan plastik (Rp8,96 triliun), industri tekstil (Rp7,97 triliun), serta perumahan, kawasan industri, dan perkantoran (Rp7,47 triliun).
Adapun lokasi favorit penanaman modal meliputi Kabupaten Kendal (Rp15,86 triliun), Kota Semarang (Rp11,15 triliun), Kabupaten Demak (Rp9,06 triliun), Kabupaten Batang (Rp6,73 triliun), dan Kabupaten Semarang (Rp4,38 triliun).
Sementara itu, investor asal Hong Kong masih menempati posisi teratas penanam modal, diikuti Singapura, Tiongkok, Korea Selatan, dan Samoa Barat.
Sakina mengatakan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di bawah komando Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernut Taj Yasin, membuka peluang luas bagi para investor.
Kata dia, pelayanan perizinan dioptimalkan baik bagi investasi padat modal yang mendongkrak nilai investasi, maupun padat karya yang menyerap tenaga kerja dan menekan angka pengangguran.
“Kami menginginkan keduanya berjalan seiring. Sejumlah kawasan industri memang sudah dilirik sektor padat modal, juga sektor padat karya tetap kami harapkan,” (*)
Diaz A Abidin