BUKU Broken String karya Aurelie Moeremans saat ini sedang viral di kalangan masyarakat. Buku ini hadir bukan hanya sekedar memoar seorang Aruelie Moremans sebagai public figure, melainkan sebagai pengakuan yang sangat terus terang tentang tentang si penulis.
Pengalaman traumatis yang kerap kali dianggap biasa saja dan bahkan pupus dari perhatian masyarakat pada umumnya terutama dalam hal child grooming dan hubungan abusive (perilaku merugikan yang bertujuan menguasai dan mengendalikan orang lain melalui kekerasan fisik, emosional, verbal, atau seksual).
Melalui buku ini Aurelie Moeremans, yang dikenal sebagai penyanyi dan pemeran ini, membongkar serpihan masa lalunya yang patah dan sekaligus mengajak public atau pembaca untuk memahami dan mengenal bagaimana kekerasan emosional dapat terjadi secara perlahan dan terselubung.
Dalam buku Broken String, Aurelie menguraikan kisah perjalanan hidupnya sejak usia remaja, kala itu ia terjebak dalam relasi dengan seorang pria dewasa yang berusia kala itu kira-kira 30 tahun yang menggunakan agama sebagai senjata, manupulasi emosional, kontrol dan ancaman sebagai bentuk kekuasaan.
Sosok pelaku yang disamarkan dengan nama “Bobby“ dilukiskan bukan untuk mengundang sensasi publik melainkan untuk menyoroti mengenai hubungan atau relasi tidak sehat yang seringkali sulit untuk disadari bahkan oleh korbannya sendiri.
Grooming dari Perspektif Korban
Salah satu kekuatan buku ini terdapat pada perspektif atau sudut pandang. Aurelie tidak menulis sebagai seorang pengamat atau korban yang telah sepenuhnya pulih dari luka pada masa lalunya, melainkan sebagai seorang yang sedang mencoba untuk memahami tentang apa yang pernah ia alami pada masa remajanya.











