
Selain di Posko Pengungsian DPRD Kudus, Nurhudi yang juga menjabat sebagai Bendahara DPC PDI Perjuangan Kudus turut membantu pengelolaan pengungsi di Posko PDIP. Di posko partai berlambang banteng moncong putih tersebut, ratusan warga terdampak banjir juga mengungsi.
Pengalaman tinggal di posko membuat Nurhudi semakin peka terhadap kebutuhan para korban banjir. Hal itu pula yang mendorongnya kerap melontarkan kritik keras terhadap kinerja BPBD Kudus, terutama terkait kecepatan penanganan bencana.
Dalam salah satu rapat kerja komisi, Nurhudi bahkan pernah memberikan catatan merah terhadap kinerja BPBD Kudus.
“Di masa tanggap darurat bencana, BPBD seharusnya merespons cepat, terutama terkait kebutuhan korban dan pengungsi. Namun yang terjadi, BPBD justru terjebak persoalan prosedural sehingga menghambat penanganan,” tegasnya.
Sebagai warga Karangrowo, Nurhudi juga berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret agar banjir yang terjadi hampir setiap tahun tidak terus berulang. Salah satu solusi yang ia dorong adalah normalisasi Sungai Juwana.
Menurutnya, normalisasi sungai tersebut sangat penting agar genangan di Karangrowo bisa cepat surut ketika kondisi Sungai Juwana kembali normal.
Ali Bustomi













