blank
Dosen Program Studi Teknik Industri UMK, Dr. Ir. Akh Sokhibi, S.T., M.Eng., resmi meraih gelar Doktor dari UNS. Foto: ist

KUDUS (SUARABARU.ID) – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan sivitas akademika Universitas Muria Kudus (UMK). Dosen Program Studi Teknik Industri UMK, Dr. Ir. Akh Sokhibi, S.T., M.Eng., resmi meraih gelar Doktor usai mengikuti Yudisium Promosi Doktor di Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret (UNS), Kamis (15/1/2026). Dalam sidang tersebut, ia dinyatakan lulus dengan predikat cumlaude.

Gelar doktor diraih melalui disertasi berjudul “Desain Toilet Kereta Api Eksekutif yang Aksesibel Berbasis Desain Universal dan Kearifan Lokal”. Penelitian ini berangkat dari kebutuhan akan fasilitas sanitasi kereta api yang lebih inklusif dan ramah bagi seluruh penumpang, termasuk penyandang disabilitas, lansia, anak-anak, serta pengguna dengan keterbatasan mobilitas.

Melalui pendekatan Desain Universal, Dr. Akh Sokhibi merumuskan model desain toilet kereta api eksekutif yang menekankan aspek keamanan, kenyamanan, kemudahan penggunaan, dan ergonomi. Keunikan riset ini terletak pada integrasi nilai dan estetika kearifan lokal Jawa yang diterapkan secara proporsional tanpa mengurangi fungsi utama fasilitas.

Hasil penelitian tersebut diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pengelola perkeretaapian di Indonesia dalam meningkatkan kualitas layanan transportasi publik. Desain toilet yang diusulkan tidak hanya fokus pada aspek teknis, tetapi juga pada pengalaman pengguna, sehingga mampu menghadirkan ruang publik yang inklusif, nyaman, dan memiliki identitas budaya.

Tim penguji menilai disertasi ini memiliki kontribusi akademik dan praktis yang kuat, terutama dalam pengembangan desain fasilitas publik yang berbasis kebutuhan nyata pengguna serta sejalan dengan kebijakan pelayanan ramah disabilitas di Indonesia.

Dekan Fakultas Teknik UNS sekaligus Ketua Sidang, Prof. Dr. Ir. Wahyudi Sutopo, S.T., M.Si., IPU., menyampaikan apresiasi atas capaian akademik tersebut. Ia berharap hasil penelitian ini dapat dikembangkan lebih lanjut melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, industri, dan pemangku kebijakan.

Apresiasi serupa juga disampaikan oleh Rektor UMK, Prof. Dr. Ir. Darsono, M.Si. Menurutnya, capaian ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi UMK.