blank
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Jepara menggelar rapat evaluasi. Foto: Cak Muh

JEPARA (SUARABARU.ID) — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Jepara menggelar rapat evaluasi yang membahas dua agenda utama, yakni konsolidasi pembentukan MUI tingkat kecamatan dan persiapan menyambut bulan suci Ramadhan. Dalam rapat yang berlangsung Senin 19 Januari 2026  tersebut, Ketua MUI Jepara, KH. Mashudi, juga menyoroti kondisi darurat sampah yang terjadi di sejumlah wilayah di Kabupaten Jepara.

Rapat evaluasi ini dihadiri oleh pengurus harian serta dewan pimpinan MUI Jepara. Sejumlah tamu turut hadir dalam pembukaan, di antaranya Direktur Islamic Center Cultural Jakarta, Syaikh Mohammad Sharifani, yang didampingi Ustadz Umar Syahab dan Ustadz Miqdad Turkan dari Dewan Syura Ahlulbait Indonesia (ABI).

Dalam keterangannya, KH. Mashudi menjelaskan bahwa hingga saat ini pembentukan MUI kecamatan telah terealisasi di tujuh wilayah, yakni Kecamatan Mlonggo, Welahan, Donorojo, Nalumsari, Batealit, Tahunan, Pakis Aji, dan Bangsri.

Sementara itu, pembentukan MUI di Kecamatan Jepara Kota, Kembang, Keling, Mayong, Karimunjawa, Pecangaan, dan Kedung masih dalam tahap persiapan dan ditargetkan segera dilaksanakan. Khusus untuk Kecamatan Karimunjawa, pembentukan direncanakan berlangsung sekitar bulan Mei 2026 dan akan dihadiri seluruh unsur pimpinan MUI Jepara.

  1. Mashudi menegaskan bahwa MUI merupakan lembaga nonpartisan dan tidak berafiliasi dengan partai politik mana pun. Menurutnya, MUI adalah rumah besar umat Islam yang harus berdiri di atas semua golongan dan tidak terikat dengan kepentingan politik praktis.

Selain agenda organisasi, rapat juga menyoroti persoalan darurat sampah di sejumlah titik di Kabupaten Jepara. KH. Mashudi menyatakan bahwa penumpukan dan penyumbatan akibat sampah telah menjadi masalah serius. Untuk itu, MUI Jepara telah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait di lingkungan pemerintahan daerah agar langkah penanganan dapat segera dieksekusi.

Terkait persiapan Ramadhan, MUI Jepara merencanakan program siaran keagamaan melalui Radio Kartini. Program tersebut akan dimulai sejak hari pertama Ramadhan, setiap pukul 16.00–17.00 WIB. KH. Mashudi berharap para kiai dan dai menyiapkan materi kultum secara matang untuk mengisi siaran tersebut.

Dalam rapat tersebut juga disinggung soal lokasi kegiatan MUI Jepara. KH. Mashudi menjelaskan bahwa rapat-rapat koordinasi saat ini lebih sering dilaksanakan di Pondok Pesantren Ummul Qura, Pecangaan, menyusul adanya kendala tertentu yang membuat Islamic Center Jepara belum dapat digunakan secara optimal.

Hadepe – Cak Muh