JEPARA (SUARABARU.ID) – Sebanyak 60 guru PJOK dan TIK Madrasah Aliyah se-Kabupaten Jepara mengikuti kegiatan Workshop Implementasi Pembelajaran Berbasis Deep Learning dan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang diselenggarakan oleh MGMP PJOK dan MGMP TIK Kabupaten Jepara. Kegiatan ini dilaksanakan selama lima hari, yakni pada 7, 8, 12, 13, dan 17 Januari 2026. Workshop ini tidak hanya membekali peserta dengan penguatan konsep, tetapi juga mengantar guru pada praktik langsung penerapan deep learning dan KBC dalam pembelajaran di kelas.
Workshop dilaksanakan di beberapa lokasi. Hari pertama bertempat di Aula Kementerian Agama Kabupaten Jepara, hari-hari berikutnya di Aula KKMA Kabupaten Jepara, sedangkan kegiatan simulasi mengajar dilaksanakan di madrasah yang telah ditentukan sebagai lokasi praktik pembelajaran.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas guru dalam merancang dan mengimplementasikan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada capaian kognitif, tetapi juga pada penguatan karakter, empati, dan relasi humanis melalui pendekatan deep learning dan Kurikulum Berbasis Cinta.
Materi workshop meliputi konsep deep learning, konsep Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), penyusunan perangkat pembelajaran berbasis deep learning dan KBC, asesmen pembelajaran, pengembangan media pembelajaran berbasis digital, simulasi pembelajaran, serta penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL). Peserta dibimbing secara intensif untuk menyusun perangkat ajar, mempraktikkannya, dan merancang implementasi di madrasah masing-masing.
Salah satu narasumber, Dr. Khalimatus Sadiyah, M.Pd.I., Kepala Pusat Pengembangan Sistem Pendidikan dan Inovasi UNISNU Jepara, menyampaikan materi tentang penyusunan perangkat pembelajaran berbasis deep learning dan KBC serta memandu simulasi mengajar. Dalam sesi ini, peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok. Setiap kelompok mempraktikkan pembelajaran dengan pembagian peran sebagai guru, siswa, dan observer dari kelompok lain.
“Melalui praktik langsung, observasi sejawat, dan penyusunan RTL, guru diharapkan mampu menerapkan deep learning dan Kurikulum Berbasis Cinta secara berkelanjutan di madrasah masing-masing,” ungkapnya.
Pada akhir rangkaian workshop, seluruh peserta diwajibkan melakukan praktik pembelajaran dengan menerapkan pendekatan deep learning dan KBC serta mempresentasikan Rencana Tindak Lanjut sebagai bentuk komitmen implementasi pascakegiatan.
Melalui workshop ini, MGMP PJOK dan TIK Kabupaten Jepara berharap para guru mampu menjadi agen perubahan dalam mewujudkan pembelajaran madrasah yang inovatif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta tetap berakar pada nilai-nilai cinta, kemanusiaan, dan karakter.
Hadepe – KSS













