blank
Tanah longsor di sebelah rumah Kadus Tanjung, akan dikeruk hari ini (Jumat, 16/1/26). Foto: eko

KOTA MUNGKID (SUARABARU.ID) – Warga Dusun Tanjung, Desa Ngadiharjo, Borobudur, Kabupaten Magelang, yang sejak Kamis dinihari (15/1/26) mengungsi di Balai Ekonomi Desa (Balkondes) setempat,  Jumat pagi (16/1/26) pulang ke rumah masing-masing. Itu karena cuacanya cerah dan pada malam harinya tidak hujan.

Salah satu pengungsi, Cahyaning Rahayu (33), saat ditemui di halaman Balkondes Ngadiharjo Jumat pagi sedang bersiap- siap hendak pulang ke rumahnya. “Tadi malam saya tidur di Balkondes,” kata ibu dua anak itu.

Di sisi lain, Jumat pagi ini sebuah alat berat dibawa naik ke Dusun Tanjung. Dengan cara dikemudikan menuju dusun yang sarana jalannya naik, berkelok dan relatif sempit.

Kadus Tanjung, Sriwoto (40), menuturkan, alat berat itu akan digunakan untuk mengeruk dan menata tanah longsor di sebelah kiri rumah dia. Juga untuk mengeruk longsoran tanah di rumah Darsi. Selanjutnya perengan tanah sekitar 16×20 meter di sebelah rumah Kadus akan dibangun terasering.

Dijelaskan, Dusun Tanjung dihuni 98 KK dan sekitar 400 jiwa. Pada Kamis (15/1/26) dinihari sebagian mengungsi, akibat curah hujannya cukup lama. Itu untuk mengantisipasi apabila terjadi tanah longsor.

Menurut Kadus, rumah yang terancam longsor adalah milik dia, Darsi, Da’im, Arifin, Mu’as, Japar, Kahono, Marto Bingan, Sutarman, Ahmad, Slamet, Ambal, Zumrotun, Sugeng  Riyanto. Sejauh ini tidak ada korban jiwa.

Selama ini di rumah Kadus dipasang alarm yang sering berbunyi, kalau hujan lebat. Pada hari Rabu sore (14/1/26) terjadi hujan lebat cukup lama. Bahkan terjadi tanah longsor di sebelah kiri rumah Kadus, sekitar pukul 01.30. “Akhirnya warga mengungsi,” tutur salah satu warga.

Eko Priyono