๐๐๐ข๐ฅ๐ (SUARABARU.ID) โ Bupati Blora menerima penghargaan sebagai kepala daerah inovatif dalam pengembangan desa tematik ketahanan pangan padi organik dari Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT).
Penghargaan itu diserahkan oleh Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen Kejagung RI, Reda Manthovani bersama Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto dalam puncak peringatan hari desa nasional 2026 di lapangan Kawasan Kebun Raya Indrokilo, Desa Butuh, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali Jawa Tengah, Kamis 15 Januari 2026
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menyatukan energi untuk membangun desa. Hal ini sejalan dengan Asta Cita ke-6, yaitu membangun dari desa dan dari bawah untuk pertumbuhan ekonomi, pemerataan ekonom dan pemberantasan kemiskinan.
“Jumlah desa di Indonesia ada 75.266, ini tidak mungkin dikerjakan oleh hanya satu kementerian, satu lembaga atau satu sektor saja. Maka, saya mengajak di Hari Desa Nasional ini, ayo tumbuhkan dan bangkitkan energi positif,” ujar Yandri Susanto.
Menteri Desa mengajak hilangkan praduga yang tidak bermutu ditengah masyarakat, lanjut Yandri Susanto, gaungkan rasa kekompakan, rasa persatuan, dan rasa kemauan kita untuk maju.
“Ini negeri kita yang sangat subur, sangat makmur, luar biasa. Tapi bilamana kita tidak bersatu, tidak kompak, tidak guyub, hati-hati. Untuk itu, mari kita jadikan Hari Desa Nasional untuk sama-sama menyatukan energi kita,” ucap Yandri Susanto.
Lebih lanjut, Yandri Susanto mengungkapkan Kementerian Desa saat ini telah memiliki program 12 Aksi Bangun Desa. Kementerian Desa juga menginisiasi Festival Bangun Desa yang diisi dengan berbagai kegiatan, mulai dari Festival Desa Ketahanan Pangan, Desa Bebas Stunting, Desa Ekspor, BUMDes Terbaik, hingga Pemuda-Pemudi Pelopor Desa.
5.000 Desa Ekspor
“Kita punya 12 aksi bangun desa. Insyaallah jika aksi ini berjalan lancar maka Indonesia Emas 2024 akan kita nikmati untuk anak cucu kita,” ungkap Yandri Susanto.
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal menargetkan pembentukan 5.000 Desa Ekspor guna membangkitkan ekonomi desa sekaligus mendorong pemerataan ekonomi nasional.
“Kita punya program Desa Ekspor. Target kita insyaallah ada 5.000 Desa Ekspor. Di periode kepemimpinan sekarang, saya sudah banyak melepas ekspor perdana mulai dari kopi, kemiri, ikan, sampai kentang,” ucap Yandri Susanto.
Masih kata Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal bahwa desa merupakan subjek pembangunan sebagaimana arahan Presiden Prabowo. Hari Desa Nasional merupakan momentum untuk menyatukan energi dalam membangun desa.
โKita akan ciptakan supaya ekonomi desa bangkit dna tumbuh. Ini merupakan salah satu astacita Presiden Prabowo Subianto tentang pemerataan ekonomi sekaligus pemberantasan kemiskinan. Membangun desa sejatinya membangun Indonesia. Landasan besar itu harus kita sematkan,” kata Yandri Susanto.
Pada kesempatan itu, Bupati Blora, Arief Rohman mengucapkan rasa syukur atas penghargaan yang diterimanya dari kementerian desa dan pembangunan daerah tertinggal ini.
“Ya tentunya ini memacu kita untuk terus memberikan pengabdian kepada masyarakat terlebih disektor pertanian organik,” ujar Bupati Blora.
Pertanian Berbasis Organik
Pihaknya berkomitmen untuk mendukung program ketahanan pangan khususnya pertanian organik. Ia juga meminta agar desa-desa mau berinovasi untuk mendukung program tersebut.
โIni ada beberapa desa yang sudah menjadi contoh, nanti kami minta desa-desa yang lainnya, untuk menyiapkan bengkoknya, percontohan sekitar 1 Hektare per desa, untuk kita olah menjadi produk organik,โ ungkap Bupati Blora.
Disampaikan, termasuk menggandeng dengan Ormas dari NU, Muhammadiyah, dan LDII, untuk bisa berperan agar Blora menjadi kabupaten organik.
โIni mohon dukungan dari Bapak Ibu kepala desa, agar kita menjadi daerah yang memang cinta terhadap lingkungan, dan pelestarian pertanian yang berbasis organik ini,โ jelas Bupati Blora.
Tak hanya pertanian organik, lanjut Bupati Blora, Kabupaten Blora, salah satu Desa di Kecamatan Jepon yaitu Desa Geneng juga menerima penghargaan lomba inovasi desa ramah perempuan, peduli anak dan pendidikan dari Kementerian Desa.
“Tentunya ini juga memacu kita untuk terus memajukan segala sektor dari Desa,” tandas Bupati Blora.
Kudnadi Saputro













