blank
Akses menuju ke Pasar Gubug rusak parah dan berdampak pada penurunan omzet pedagang. Foto: dok/TYA WIDYA./

GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Akses Pasar Gubug mengalami rusak parah akibat banjir luapan Sungai Tuntang, membuat jalan berlubang tergenang air dan omset pedagang turun drastis.

Kerusakan akses Pasar Gubug yang rusak parah usai banjir membuat mobilitas warga tersendat, pengendara waswas melintas, serta berdampak langsung pada omset pedagang turun.

Banjir Sungai Tuntang menyebabkan akses Pasar Gubug rusak parah hampir 200 meter, kondisi ini memperparah aktivitas ekonomi warga hingga omset pedagang turun signifikan.

Peristiwa ini terjadi di Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, setelah banjir besar merendam kawasan sekitar akibat luapan Sungai Tuntang beberapa waktu lalu.

BACA JUGA : Banjir Kudus: Polisi Evakuasi Tujuh Kucing Milik Nenek Pengungsi

Jalan utama yang menjadi urat nadi perekonomian warga kini dipenuhi lubang dengan genangan air sisa banjir, sehingga membahayakan pengendara roda dua maupun pejalan kaki.

Warga yang melintas harus ekstra hati-hati karena kondisi jalan licin dan berlubang, bahkan tak sedikit pengendara memilih memperlambat laju agar terhindar dari kecelakaan.

Nurus, salah satu warga sekitar, mengatakan kondisi jalan semakin parah setelah banjir dan belum mendapat penanganan serius dari pemerintah daerah setempat.

“Setelah banjir, jalannya tambah rusak dan berlubang. Kalau hujan, air menutup lubang jadi rawan jatuh,” ujar Nurus saat ditemui di lokasi.

Pedagang Pasar Gubug juga merasakan dampak besar dari kerusakan jalan yang menghambat akses pembeli menuju area pasar tradisional tersebut.

Krisnanto, pedagang Pasar Gubug, mengungkapkan jalan milik Pemkab Grobogan itu sudah lama rusak dan hanya ditambal seadanya oleh warga.

BACA JUGA : Zakat Produktif, Solusi Kemandirian Mustahik

Menurut Krisnanto, banjir Sungai Tuntang membuat kerusakan jalan sepanjang lebih dari 150 meter semakin parah dan sulit dilalui kendaraan.

“Pembeli banyak yang muter lewat jalan lain karena takut, akibatnya omset pedagang turun cukup terasa,” kata Krisnanto menjelaskan.

Kondisi ini membuat aktivitas jual beli menurun, terutama pada jam ramai, karena akses menuju pasar dianggap tidak aman oleh sebagian warga.

BACA JUGA : Modifikasi Cuaca di Jepara, Kudus, dan Pati Dilakukan hingga 20 Januari

Warga berharap akses Pasar Gubug yang rusak parah akibat banjir segera diperbaiki permanen agar omset pedagang turun bisa kembali pulih.

Masyarakat mendesak Pemkab Grobogan membangun jalan cor beton agar akses Pasar Gubug aman pascabanjir dan omset pedagang turun dapat teratasi.

TYA WIDYA