blank
Bayi berusia dua hari asa Desa Karangrowo ini terpaksa harus mengungsi akibat banjir. Foto: Ali Bustomi

KUDUS (SUARABARU.ID) – Bencana banjir yang melanda Kabupaten Kudus memunculkan kisah pilu dari Desa Karangrowo, Kecamatan Undaan. Seorang bayi yang baru berusia dua hari terpaksa harus ikut mengungsi setelah rumah keluarganya terendam banjir.

Bayi mungil tersebut merupakan anak kelima dari Intan, warga Desa Karangrowo yang terdampak banjir. Intan baru saja melahirkan melalui operasi sesar di salah aatu RS swasta yang ada di Kudus pada Rabu (14/1/2026). Saat dibawa ke rumah sakit untuk menjalani persalinan, kondisi rumahnya diketahui sudah mulai tergenang air.

Usai menjalani operasi dan perawatan pascamelahirkan selama dua hari, Intan dijadwalkan pulang ke rumah. Namun, kondisi kampung halamannya justru semakin memprihatinkan. Genangan banjir terus meluas dan merendam rumah Intan serta sebagian besar permukiman warga Desa Karangrowo.

Sementara Intan masih berada di rumah sakit, anggota keluarga, anak-anaknya, dan para tetangga telah lebih dulu dievakuasi ke Posko Pengungsian di Aula DPRD Kudus. Dengan kondisi tubuh yang masih lemah pascaoperasi, Intan akhirnya harus ikut mengungsi.

Ia menggendong bayinya yang masih tampak kemerahan dan menaiki becak menuju lokasi pengungsian banjir di Aula DPRD Kudus. Kedatangan Intan dan bayinya langsung mendapat perhatian khusus dari tim kesehatan yang berjaga di posko.

Tak Diizinkan di Posko

Melihat kondisi ibu pascamelahirkan dan bayi yang masih sangat rentan, petugas medis memutuskan tidak mengizinkan keduanya bermalam di posko pengungsian.