JEPARA (SUARABARU.ID) – Hujan dengan intensitas tinggi sejak pukul 17.00 Wib Jumat (9/1-2026) telah mengakibatkan tanah longsor di puluhan titik di Desa Tempur, Kecamatan Keling, Jepara. Akibatnya bukan saja mengakibatkan terputusnya jalur jalan menuju Desa Tempur dari Damarwulan dan Medani Kab.Pati, tetapi juga hubungan antar padukuhan.

Disamping itu akses komunikasi dari desa di lereng pengunungan Muria tersebut juga terputus total karena tidak ada aliran listrik sebab sejumlah tiang listrik juga roboh diterjang tanah longsor. Tiga rumah juga dilaporkan rusak tertimbun tanah longsor. Namun sejauh ini dikabarkan tidak ada korban jiwa.
Kepala Badan Penanggulanan Bencana Daerah Arwin Noor Isdiyanto yang dihuhubungi SUARABARU,ID Sabtu (10/1-2026) pagi membenarkan terjadinya bencana tanah longsor yang melanda sejumlah titik di Desa Tempur.

“Tim BPBD, Basarnas, SAR, TNI / POLRI, PMI, Baznas, Destana, Banser, relawan dan warga sejak tadi malam sudah diterjunkan untuk melakukan pembersihan dengan alkon. Namun masih belum bisa masuk karena hujan deras hingga tim mendirikan Posko di Vihara Dukuh Kajang Desa Damarwulan,” ujarnya. Rencana Sabtu pagi tim akan diterjunkan kembali, namun hujan deras Kembali mengguyur Desa Tempur dan sekitarnya, tambah Arwin.

Arwin Noor Isdiyanto juga menjelaskan, dari tim yang sejak semalam diterjunkan didapatkan data sementara longsor besar sepanjang jalan utama Dukuh Kajang Damarwulan hingga Desa Tempur terdiri dari lokasi Basuno : tinggi 20 m, lebar 12 m, lokasi atasnya Leki : ada beberapa titik longsor besar yang menutup jalan sepanjang 100 m, dengan ketebalan 1-1,5 m, lokasi Utara Dieng : longsor menutup jalan dengan panjang 13 m, ketebalan 1 m badan jalan sebagian longsor, lokasi jembatan Dieng : Longsor setinggi 100 m, material menutup jalan sepanjang 60 m, ketebalan 1-1,5 m, jembatan masih aman tapi pagar jembatan Dieng hilang di sapu longsor.

Disamping itu kerusakan juga terjadi dipertigaan samping spot foto selamat datang dengan kondisi badan jalan hilang total sepanjang 50 m karena tergerus aliran sungai kali Gelis, lokasi gorong-gorong kali Bayi terjadi tanah longsor dari sumber air, material batu dan pasir menutup jalan sepanjang 15 m, ketebalan 1 m, lokasi tebing kali Bayi longsor setinggi 200 m, material menutup jalan sepanjang 15 m, lokasi tanjakan Gandu longsor sebagian badan jalan setinggi 15 m karena tergerus arus Sungai, lokasi tanjakan Gandu : longsor setinggi 20 m, material menutup lokasi tanjakan sepanjang 8 m, tebal 1 – 1,5 m, lokasi gorong-gorong sebelah warung Kaliombo longsor dari sumber air, material menutup jalan sepanjang 10 m, tebal 1 m, lokasi sebelah selatan jembatan warna warni : longsor dari sumber air, membawa material batu menutup jalan sepanjang 20 m, tebal 1-2 m.
Tanah longsor menurut Arwin juga terjadi di tanjakan Pule longsor dengan tinggi 100 m, menerjang badan jalan sehingga pagar pengaman hilang total, jurang di sampingnya setinggi 100 m, lokasi jembatan Pule badan jalan longsor sepanjang 50 m, lokasi jembatan mbah Sujak jembatan tertutup material longsoran batu-batu besar, sehingga sungai pindah ke sampingnya, menggerus halaman rumah Mbah Sujak dan badan jalan sedalam 6 meter, lokasi atas greenhouse : longsor dari sumber air menutup jalan sepanjang 20 m, tebal material : 0,5 m, lokasi Kali Unthok jalur ke Dukuh Duplak : longsor dengan tinggi 20 m, menutup badan jalan sepanjang 20 m, tebal 1 m. “ Sementara data longsor kecil belum terdata karena banyaknya titik kerusakan,” ujar Arwin Noor Isdiyanto.
Sejak Jumat malam teah dikirim 1 escavator dan pagi ini di terjunkan 3 unit escavator dan 1 unit wheel loader. “Harapan kami secepatnya bisa membuka akses jalan menuju Tempur,” ungkapnya. Disamping itu juga telah dikirimkan likistik untuk warga yang tertimpa bencana dan relawan, tambahnya
Sementara Camat Keling Lulut Andi Ariyanto yang dihubungi melalui telpon menjelaskan tentang terputusnya akses jalan Tempur – Damarwuan yang merupakan pintu masuk ke desa Tempur.
“Kami telah mulai mengirimkan tim penanggulangan bencana dan tenaga kesehatan ke lokasi bencana yang medannya sangat sulit karena akses yang terputus dan curah hujan deras,” ujar Lulut yang berada di Posko Vihara Kajang.
Hadepe













