Tokoh masyarakat Sukoharjo, Begug SW, mengabarkan, kegiatan mahasiswa Univet Bantara tersebut, dilakukan dalam kegiatan Praktik Belajar Lapangan (PBL)-2 Prodi Kesehatan Masyarakat FKMIK Univet Bantara.
Kegiatan Praktik Belajar Lapangan (PBL) ini, dilaksanakan sebagai sosialisasi dan demo memasak di Balai Desa Daleman, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo. Diikuti oleh sebanyak 27 orang ibu-ibu kader PKK yang diketuai Ny Siti Rohaya. Tim Mahasiswa Ubivet Bantara yang tampil menjadi pelatih sebanyak 7 orang dipimpin oleh Wulan Ramadhany.
Materi pelatihan menitikberatkan pada aspek pentingnya upaya untuk pencegahan hipertensi melalui pola makan sehat. Metoda pelatihan diberikan secarainteraktif dan dialogis. Peserta pelatihan, tidak hanya mendapatkan materi tentang manfaat daun kelor, dan bimbingan cara memasaknya menjadi sup dengan kadar rendah garam. Peserta pelatihan, menjalani pre-test dan post-test, demi mengetahui seberapa jauh pemahaman dan peningkatan pengetahuan secara signifikan. ”Hasilnya, nilai rata-rata meningkat dari 31,48 menjadi 100,” jelas Wulan.
Kepada peserta pelatihan, dipahamkan bahawa manfaat daun kelor dalam sup sangat banyak. Sup daun kelor mampu meningkatkan imunitas tubuh. Dari kandungan vitamin C dan antioksidan serta seratnya mampu melancarkan pencernaan, menambah energi (zat besi dan magnesium). Juga menjadi sumber nutrisi lengkap bagi anak-anak dan ibu menyusui. Ini berkaitan dengan kandungan vitamin A, protein dan mineral pada daun kelor. Yang itu mampu membantu pemulihan pasca-sakit dan pertumbuhan optimal.
Mudah
Para kader PKK peserta pelatiha, menyatakan senang karena metode pelatihannya dismapikan secara praktis, menarik, dan mudah dipahami. Mereka serius mengikutinya, termasuk dalam pembimbingan praktik memasak. ”Kami jadi tahu bahwa memasak rendah garam tidak harus mengurangi rasa, tapi mampu memberikan manfaat lebih sehat,” ujar Siti Rohaya, salah satu peserta kegiatan.
Antusiasme peserta terlihat dari keaktifannya selama diskusi dan praktik. Ini menunjukkan bahwa edukasi tentang gizi berbasis pangan lokal, berpotensi diterapkan secara berkelanjutan di lingkungan keluarga.
Daun kelor mengandung zat besi yang sangat bermanfaat untuk tumbuh kembang anak. Kandungan gizinya, dapat membantu mencegah anemia sekaligus mendukung program pencegahan stunting secara sistematis. “Kami sangat mengapresiasi kegiatan yang digagas mahasiswa Univet ini,” ujar para peserta.
Mereka menilai, edukasi seperti ini penting karena langsung mengajarkan cara mengolah bahan pangan bergizi. Sasaran pelatihan kepada para ibu kader PKK, dinilai sebagai hal yang tepat. Karena akan berdampak luas untuk ditularkan kepada sesama ibu rumah tangga.(Bambang Pur)













