SEMARANG (SUARABARU.ID)– Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Dosen Jurusan Teknik Elektro, Universitas Semarang (USM), belum lama ini mengadakan pelatihan Internet of Things (IoT) Tingkat Lanjut, bagi siswa-siswi SMAN 4 Semarang.
Kegiatan yang berlangsung di Laboratorium Komputer SMAN 4 Semarang itu, diikuti 10 siswa terpilih, yang memiliki minat dan kemampuan dasar di bidang teknologi dan elektronika.
Pelatihan dipimpin La Ode Muhamad Idris ST MT selaku Ketua Tim PKM, dengan dukungan anggota yang terdiri dari Dr Ir Andi Kurniawan Nugroho ST MT, Sri Heranurweni ST MT, dan Puri Muliandhi ST MT.
BACA JUGA: 13 Mahasiswa Ilkom USM Susuri Bukit Diponegoro Semarang
Kegiatan dilaksanakan secara intensif selama satu hari, dengan mengombinasikan sesi teori dan praktik secara langsung.
Menurut Dr Andi, pelatihan IoT Tingkat Lanjut ini bertujuan, guna meningkatkan kompetensi siswa tidak hanya pada pemahaman konsepnya saja. Tetapi juga pada aspek teknis implementasi perangkat keras.
”IoT tidak hanya tentang konektivitas, tetapi juga tentang bagaimana merancang sistim yang efisien, andal, dan siap diterapkan,” ujarnya.
BACA JUGA: Tiga Hakim Pengadilan Negeri Semarang Lulus Ujian Tesis di Magister Hukum USM
Dia menambahkan, pelatihan ini dilatarbelakangi kebutuhan dunia pendidikan untuk membekali siswa dengan keterampilan teknologi mutakhir, agar mampu bersaing di era digital.
Platform ESP32 dipilih sebagai media utama pembelajaran, karena bersifat fleksibel, ekonomis, dan banyak digunakan dalam pengembangan sistim IoT tingkat lanjut.
”Materi pelatihan mencakup arsitektur sistim IoT, pemanfaatan sensor, komunikasi data nirkabel, serta dasar perancangan modul perangkat keras,” ujarnya.
BACA JUGA: USM LCC Jadi Penyelenggara TOEFL ITP
Dia juga menjelaskan, sesi teori diawali dengan pengantar konsep IoT Tingkat Lanjut, dan penerapannya di berbagai sektor. Seperti pada industri, pertanian cerdas, dan sistim monitoring.
Selanjutnya, La Ode Muhamad Idris memaparkan spesifikasi teknis ESP32, serta strategi perancangan modul IoT yang efektif. Termasuk pengenalan desain skematik dan layout PCB, sebagai bagian dari sistim IoT yang terintegrasi.
”Pada sesi praktik, peserta dibagi dalam kelompok kecil, untuk merancang modul IoT berbasis ESP32. Kegiatan meliputi pembuatan skematik rangkaian, penempatan komponen, hingga penyusunan layout sebagai fondasi sistim IoT Tingkat Lanjut,” ungkapnya.
BACA JUGA: Dema Fakultas Psikologi USM Gelar Sertijab
Tim PKM, katanya, secara aktif mendampingi peserta, agar setiap tahapan dapat dipahami dan diselesaikan dengan baik. Antusiasme peserta terlihat dalam sesi diskusi interaktif.
Berbagai pertanyaan diajukan, mulai dari optimasi desain perangkat keras, hingga tantangan umum dalam pengembangan sistim IoT.
”Kami berharap, kegiatan ini dapat memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah menengah. Ke depan, tim berencana melanjutkan program serupa dengan materi yang lebih kompleks. Seperti pengembangan sistim IoT terintegrasi dengan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence),” tandasnya.
BACA JUGA: Komunitas Tunas Kecil Berdikari USM Lakukan Gerakan Tanam Pohon di Desa Karangsono
Salah satu peserta, Jessica mengungkapkan, pelatihan itu memberikan pengalaman baru yang sangat bermanfaat. ”Kami jadi lebih memahami, bagaimana sistim IoT dikembangkan secara mendalam, tidak hanya secara teori tetapi juga praktik,” ujarnya.
Guru pendamping, Geger Bravo Romeo pun memberikan apresiasinya, terhadap kegiatan ini. Menurutnya, pelatihan IoT Tingkat Lanjut sangat penting, untuk menumbuhkan minat siswa terhadap teknologi, dan memberikan pengalaman praktis yang tidak selalu diperoleh di kelas.
Riyan













