SEMARANG (SUARABARU.ID)– Sebanyak 13 mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi (Ilkom) Universitas Semarang (USM), belum lama ini melakukan Trek and Care, di kawasan Bukit Diponegoro, Semarang.
Mereka melakukan aktivitas trekking menuju kawasan bukit, sekaligus melaksanakan aksi peduli lingkungan, dengan membersihkan sampah di sepanjang jalur pendakian, dan area sekitar bukit.
Menurut Koordinator Kegiatan, Frischa Wildania Muntaza, trek and care merupakan konsep kegiatan yang menggabungkan aktivitas fisik di alam terbuka, dengan kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.
BACA JUGA: LPPM Universitas Semarang Jalin Kerja Sama dengan Politeknik Pekerjaan Umum
Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya diajak untuk menikmati keindahan alam saja, tetapi juga berperan aktif dalam menjaga kebersihan kawasan wisata alam, yang kerap dikunjungi masyarakat.
Kegiatan diawali dengan persiapan dan pembagian tugas, sebelum memulai trekking. Para peserta kemudian menyusuri jalur pendakian Bukit Diponegoro, secara bersama-sama.
”Selama perjalanan, peserta membawa kantong sampah, untuk mengumpulkan sampah yang ditemukan di sepanjang jalur. Seperti plastik kemasan makanan, botol minuman, serta sampah non-organik lainnya, yang berpotensi mencemari lingkungan,” katanya.
BACA JUGA: Tiga Hakim Pengadilan Negeri Semarang Lulus Ujian Tesis di Magister Hukum USM

Dia menambahkan, aksi pembersihan tidak hanya dilakukan selama perjalanan menuju puncak, tetapi juga difokuskan pada beberapa titik, yang sering dijadikan tempat beristirahat pengunjung. Area-area itu menjadi perhatian khusus, karena masih ditemukan sampah yang ditinggalkan pengunjung.
”Dengan semangat gotong royong, para peserta membersihkan area itu, agar tetap bersih, aman, dan nyaman bagi siapa pun yang datang berkunjung,” ujarnya.
Selain sebagai aksi bersih lingkungan, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi tidak langsung, mengenai pentingnya menjaga alam. Peserta diajak untuk lebih peduli terhadap dampak sampah terhadap ekosistem, serta memahami bahwa menjaga kebersihan alam merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya pengelola kawasan wisata.
BACA JUGA: USM LCC Jadi Penyelenggara TOEFL ITP
”Selama kegiatan berlangsung, suasana kebersamaan dan kepedulian lingkungan terasa kuat. Meski medan trekking cukup menantang, para peserta tetap antusias dan saling mendukung satu sama lain. Kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat bagi lingkungan, tetapi juga bagi kesehatan fisik dan mental peserta, melalui aktivitas di alam terbuka,” ungkapnya.
Dia berharap, melalui pelaksanaan Trek and Care di Bukit Diponegoro ini, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan kawasan alam, akan semakin meningkat.
Kegiatan ini menjadi pengingat, bahwa menikmati alam harus diimbangi dengan tanggung jawab untuk merawat dan melestarikannya. Nantinya kegiatan Trek and Care dapat terus dilakukan secara berkelanjutan, dan menjadi contoh positif bagi masyarakat luas.
”Dengan langkah sederhana, seperti memungut sampah saat beraktivitas di alam, setiap individu dapat berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan, dan menciptakan ruang alam yang lebih bersih dan lestari,” tandasnya.
Riyan













