blank
Rais Aam PBNU KH Miftachul Achyar saat menghadiri tahlil umum dalam rangka Haul ke-68 KHR Asnawi di kompleks makam Sunan Kudus. foto; Ist

KUDUS (SUARABARU.ID) – Haul ke-68 KHR Asnawi Kudus pada Selasa sore (17/12/2025) di Kompleks Makam Sunan Kudus berlangsung khidmat, dihadiri langsung oleh Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Miftachul Akhyar. Ribuan santri dan warga memadati lokasi, menjadikan acara ini sebagai momentum penting untuk meneguhkan kembali keteladanan ulama besar yang menjadi salah satu pendiri dan penggerak NU tersebut

Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar, dalam mauidhoh hasanah-nya, menyampaikan bahwa Haul adalah momentum meneladani perilaku dan jalan dakwah ulama.

KH Miftachul Akhyar menyebut KHR Asnawi sebagai “suluh” atau cahaya penuntun di tengah “zaman har” (masa tak menentu). Beliau menekankan bahwa kemajuan teknologi saat ini dapat memicu disrupsi, termasuk ancaman terkikisnya keimanan.

“Menjaga cinta kepada para auliya dan tokoh-tokoh ulama adalah benteng keimanan di zaman seperti ini,” tegas Kiai Mif.

Pernyataan tersebut mengingatkan jamaah akan pentingnya mempertahankan nilai-nilai luhur di tengah laju perubahan. KHR Asnawi dikenal sebagai ulama yang dakwahnya meresap, menjadi bagian penting dari fondasi NU. Diharapkan munculnya generasi baru yang meneladani semangat keilmuan dan kesahajaan beliau.

Rangkaian Haul ke-68 ini mengusung tema “Suluh Peradaban; Mulat Ngelmu lan Laku” dan telah dimulai sejak Kamis, 11 Desember 2025. Tema ini menegaskan bahwa ilmu harus diwujudkan dalam praktik hidup.

Kegiatan yang digelar meliputi Halaqah Turats untuk  Mengkaji karya-karya KHR Asnawi.Bahtsul Masail: Membahas isu kontemporer dengan tradisi fikih, Ziarah dan Napak Tilas: Menyusuri jejak perjalanan KHR Asnawi, Khatmil Qur’an dan pengajian umum.

Peresmian Kantor Turats

Puncak Haul, yang bertepatan dengan tanggal wafat KHR Asnawi (26 Desember 1959), dihadiri oleh ribuan jamaah dan tokoh ulama Kudus.

Usai mauidhoh, KH Miftachul Akhyar meresmikan secara simbolis Kantor Turats Ulama Kudus di Jalan Sunan Kudus No. 188.

Peresmian kantor ini merupakan langkah konkret PBNU untuk memastikan warisan keilmuan ulama didokumentasikan, diteliti, dan diwariskan kepada generasi mendatang. Kantor Turats diharapkan menjadi pusat perawatan manuskrip dan penjaga sanad keilmuan ulama Kudus.

Acara Haul berakhir menjelang malam, meninggalkan pesan bahwa teladan ulama adalah cahaya peradaban yang harus terus dipelajari dan diamalkan.

Ali Bustomi