SALATIGA (SUARABARU.ID)– Bidang Kemahasiswaan Universitas Semarang (USM), menggelar Musyawarah Kerja Organisasi Mahasiswa (Musker Orma) 2025, pada Jumat-Minggu (5-7/12/2025) di Wisma Dharma, Salatiga.
Acara dibuka Rektor USM, Dr Supari ST MT, yang sekaligus menjadi pemateri utama dengan materi bertajuk ‘Tantangan Mahasiswa di Era 5.0’.
Kegiatan ini dihadiri jajaran pimpinan universitas, antara lain Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Prof Dr Ir Haslina MSi, yang juga selaku ketua panitia.
BACA JUGA: Komunitas Ameraaa USM ‘Hunting’ Momen Human Interest di TPA Jatibarang
Lalu ada pula Wakil Rektor II Bidang Sumber Daya dan Keuangan, Dr Abdul Karim SE MSi AK CA, Wakil Rektor III Bidang Sistem Informasi dan Kerjasama, Dr April Firmandaru SKom MKom, serta para dekan dari seluruh fakultas dan Direktur Pascasarjana USM.
Dalam laporannya, Prof Haslina menyampaikan, Musker Orma tahun ini diikuti 137 delegasi, dari berbagai organisasi mahasiswa di lingkungan USM.
Dia menegaskan, kegiatan ini merupakan agenda tahunan, yang bertujuan memperkuat tata kelola organisasi, meningkatkan kolaborasi, serta mengarahkan Orma agar semakin adaptif terhadap perubahan zaman.
BACA JUGA: Dewan Penasihat USM Tekankan Pentingnya Peningkatan Kualitas dan Daya Saing
”Kami berharap, musker ini menjadi ruang untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan, meningkatkan kualitas program kerja, serta memperluas kontribusi mahasiswa bagi institusi dan masyarakat,” ujar Prof Haslina.
Sementara itu, Rektor USM mengatakan, dunia terus mengalami perubahan cepat, yang didorong transformasi teknologi dan pola pikir manusia. Mahasiswa kini dituntut bergerak menuju level 6 dan 7 KKNI, sesuai tuntutan kompetensi abad modern.
”Era Society 5.0 merupakan fase, ketika teknologi tidak lagi sekadar alat, tetapi menjadi bagian dari solusi sosial. Karena itu, mahasiswa harus terus belajar dengan seluruh indra, ramah terhadap perubahan, mampu mempersiapkan diri menghadapi dunia VUCA, berani mengambil peran sebagai change maker, dan ikhtiar serta berserah pada proses,” ungkapnya.
BACA JUGA: Pascasarjana USM Bangun Networking dengan Pusdik Binmas Lemdiklat Polri
Dia juga menyebutkan sejumlah tantangan besar yang akan dihadapi mahasiswa, seperti persaingan global yang semakin ketat, pesatnya perkembangan teknologi, kesenjangan kompetensi digital, hingga derasnya arus informasi yang tidak semuanya valid.
Supari juga menyatakan, Orma harus menjadi motor penguatan soft skill, dan wadah pembentukan karakter. Orma harus mampu mendorong inovasi berbasis digital, memperkuat budaya kompetitif, dan menjadi agen kolaborasi lintas disiplin.
”Mahasiswa harus menjadi generasi yang responsif terhadap perubahan, inovatif, serta mampu menjadi pemimpin muda yang siap menghadapi masa depan,” harapnya.
BACA JUGA: Fitrya, Mahasiswa USM Ukir Prestasi Akademik Nasional di National Teacher Olympiade
Dalam arah pengembangan mahasiswa USM, Rektor menekankan empat fokus utama, penguatan prestasi, digitalisasi administrasi dan event, pembentukan karakter dan etika, serta kegiatan yang memberi dampak sosial luas.
Supari berharap, mahasiswa USM dapat membangun budaya kreatif dan kompetitif, serta bersama-sama mewujudkan USM yang semakin unggul dan berdaya saing tinggi di era teknologi.
Riyan













