blank
Relawan D-DART diberangkatkan ke Sumatera Barat dalam rangka membantu penanganan bencana. Foto : Dok. Undip

SEMARANG (SUARABARU.ID) – Universitas Diponegoro (UNDIP) melepas tim relawan pertama Diponegoro Disaster Assistance Response Team (D-DART) untuk membantu penanganan bencana di Padang, Sumatera Barat.

Di bawah koordinasi Pusat Penanggulangan Bencana Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNDIP, acara pelepasan pemberangkatan dilaksanakan Rabu pagi 3 Desember 2025.

Rektor UNDIP, Prof. Suharnomo, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas persiapan yang dilakukan oleh relawan dan unit terkait dengan beberapa fokus bantuan.

“Kita ada beberapa fokus, yang pertama ada mesin penjernih air yang cukup besar bisa cover untuk lebih dari seribu warga yang ada di penampungan. Kemudian ada dokter dan perawat, penanganan trauma healing, alat-alat medis, selimut, dan lain sebagainya,” ujarnya.

Lebih lanjut Prof. Suharnomo menegaskan bahwa UNDIP bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi akan berperan pada penyediaan air bersih untuk mendukung pemulihan masyarakat secara komprehensif dari awal penanganan bencana hingga pasca bencana.

Dalam pemaparannya, Wakil Rektor, Wijayanto, melaporkan bahwa Tim relawan 1 D-DART yang akan diterjunkan telah dibentuk beberapa klaster kerja.

“Langsung kita bentuk tiga tim yang pertama adalah tim lapangan, nursery RSND, dan psikologi,” jelasnya.

Klaster-klaster tersebut diketuai oleh Ns. Nur Hafizhah Widyaningtyas, yang juga merupakan Ketua Pusat Penanggulangan Bencana LPPM UNDIP.

Adapun formasi klaster ini melibatkan personel dari Fakultas Kedokteran, Fakultas Psikologi, serta RSND UNDIP.

Dokter Achmad Zulfa Juniarto, selaku Wakil Ketua Bidang Pengabdian Masyarakat LPPM UNDIP, mengatakan bahwa selain Tim relawan 1 D-DART, LPPM UNDIP telah menyusun keseluruhan tiga tim relawan lainnya yang disusun untuk bertugas secara berjenjang hingga akhir Desember.

“Saat ini kita menyusun untuk empat tim di mana satu timnya untuk satu pekan. Jadi sampai akhir Desember dulu, nanti baru lihat [untuk evaluasi],” jelasnya.

Ketua Pusat Penanggulangan Bencana sekaligus Ketua Tim 1 D-DART, Ns. Nur Hafizhah Widyaningtyas, mengungkapkan kalau pihaknya telah berkoordinasi dengan berbagai pihak setempat, termasuk Universitas Andalas, Universitas Negeri Padang, serta BPBD Kota Padang, untuk melaksanakan sejumlah tugas di lokasi.

“Untuk melakukan beberapa hal besok seperti surveillance, kemudian asistensi kesehatan, Psychological First Aid (PFA), dan juga pengawalan beberapa logistik yang dibutuhkan seperti alat kesehatan, kemudian selimut, dan juga hal-hal lainnya yang menjadi pendukung untuk kebencanaan,” katanya.

Hery Priyono