blank
Penandatangan MoU program YASSIN antara DPUPR, Kemenag dan FKPP Wonosobo untuk penguatan bangunan pondok pesantren. Foto : SB/Muharno Zarka

WONOSOBO (SUARA BARU.ID)- Pemkab Wonosobo meluncurkan Program Layanan Sertifikasi Keandalan Bangunan Pesantren (YASSIN) pada Apel Luar Biasa Hari Bhakti Pekerjaan Umum (PU) ke-80, di Halaman Kantor DPUPR Wonosobo, Rabu (3/12/2025).

Program tersebut merupakan upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan keamanan, keselamatan dan kelayakan bangunan pondok pesantren di wilayah Kabupaten Wonosobo.

Bupati Afif Nurhidayat didampingi Wakil Bupati, Amir Husein menyampaikan peringatan Hari Bhakti PU ke-80 menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan komitmen untuk menghadirkan layanan infrastruktur yang berkeadilan dan berorientasi pada keselamatan publik.

“Program sertifikasi ini merupakan bagian dari langkah antisipasi dan mitigasi agar para santri dapat belajar dan tinggal di lingkungan yang aman, sesuai standar keandalan bangunan,” ujar Bupati.

Program YASSIN dikembangkan melalui kolaborasi antara Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP), Unsiq Jateng dan Kantor Kementerian Agama setempat.

Melalui kerja sama tersebut, pemerintah daerah ingin memastikan tersedianya fasilitasi teknis, pendampingan, serta edukasi bagi pengelola pesantren terkait standar keandalan bangunan.

Bupati Wonosobo menegaskan bahwa langkah ini sejalan dengan prioritas pembangunan daerah, khususnya dalam memperkuat infrastruktur layanan dasar dan menciptakan lingkungan belajar yang aman bagi para santri.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Afif juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh insan DPUPR atas dedikasi mereka dalam menjaga kualitas layanan infrastruktur di tengah tantangan geografis dan kebijakan efisiensi anggaran.

Keamanan Pesantren

blank
Usai penandatangan MoU program YASSIN, Kepala DPUPR, Kemenag dan FKPP foto bersama dengan Bupati dan Wakil Bupati Wonosobo. Foto : SB/Muharno Zarka

Dia menilai upaya tersebut telah memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Selain itu juga sebagai upaya untuk menjamin keampunan bangunan pondok pesantren.

Dikatakan Afif, infrastruktur adalah wajah pelayanan publik dan menjadi salah satu indikator keberhasilan pembangunan daerah. Masyarakat menaruh banyak harapan pada kinerja DPUPR.

“Karena itu, saya meminta seluruh jajaran untuk terus menjunjung integritas, profesionalitas, inovasi, dan kemampuan adaptasi dalam setiap tugas,” tegas Bupati.

Sementara itu, Kepala DPUPR Wonosobo, Nurudin Ardiyanto melaporkan pihaknya bersama Kantor Kementerian Agama telah melaksanakan assessment cepat terhadap sejumlah bangunan pesantren.

Menurutnya, berdasarkan hasil identifikasi, satu bangunan dinyatakan tidak layak digunakan karena tidak memenuhi persyaratan keselamatan konstruksi dan telah berusia lebih dari 30 tahun.

“Rekomendasi tersebut telah kami sampaikan kepada pengelola pesantren dan ditindaklanjuti dengan baik. Secara umum, mayoritas bangunan pesantren di Wonosobo masih memenuhi persyaratan dasar,” katanya.

Namun secara teknis, lanjut dia, evaluasi lebih mendalam tetap akan kami lakukan dengan dukungan akademisi dari Unsiq Jateng, yang dilibatkan sebagai relawan sekaligus mitra transfer knowledge dari pengalaman teknis yang dimiliki DPUPR.

Kegiatan peringatan Hari Bhakti PU ke-80 disertai dengan penandatanganan kerja sama layanan sertifikasi keandalan bangunan pesantren sebagai bentuk komitmen berkelanjutan antara DPUPR, Unsiq Jateng, Kementerian Agama dan FKPP dalam menjamin keselamatan bangunan pendidikan keagamaan.

 

Muharno Zarka