
Dr. Arianti selama berkarya di UKSW juga telah menginisiasi berbagai program strategis melalui Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA), mulai dari pencegahan dan penanganan kekerasan seksual, perlindungan kelompok rentan, hingga advokasi pencegahan pernikahan dini. Ia juga aktif mendorong pemberdayaan ekonomi perempuan berbasis kearifan lokal, termasuk pengembangan wastra Nusantara sebagai identitas UKSW sekaligus peluang ekonomi bagi perempuan pengrajin.
Komitmennya terhadap pengarusutamaan gender tampak dari masuknya sejumlah mata kuliah bertema gender di berbagai program studi, sehingga mahasiswa memperoleh pemahaman kritis tentang kesetaraan.
Kepada civitas academica UKSW, Dr. Arianti Ina R. Hunga mengingatkan bahwa setiap orang memiliki kerentanan terhadap kekerasan karena relasi yang ada di kampus. Ia mengajak seluruh warga kampus membangun budaya anti kekerasan melalui pendidikan, aktivitas kemahasiswaan, penelitian, dan praktik sehari-hari.
Terpilihnya dosen UKSW menjadi Ketua Umum ASWAGI menjadi wujud komitmen UKSW ikut berpartisipasi dalam Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 5 yaitu kesetaraan gender dan nomor 17 yaitu kemitraan untuk mencapai tujuan.
Ning S













