blank
Prosesi melempar jumrah dari jamaah haji. Foto: Istimewa.

MEKKAH (SUARABARU.ID) – Rombongan jamaah haji Kabupaten Tegal Kloter 3 telah menyelesaikan rangkaian puncak ibadah haji pada 9-10 Dzulhijah 1447 Hijriah atau 26-27 Mei 2026 setelah melaksanakan wukuf di Padang Arafah.

Usai pelaksanaan wukuf, sekitar pukul 03.00 waktu setempat, jamaah dipindahkan secara bertahap dari tenda di Arafah menuju Muzdalifah menggunakan tujuh armada bus yang disediakan Pemerintah Arab Saudi.

Salah satu jamaah yang turut mendampingi rombongan Kloter 3 Kabupaten Tegal, Kusnianto, menjelaskan bahwa jamaah hanya melintas di kawasan Muzdalifah tanpa turun untuk bermalam atau mabit. Kebijakan tersebut dilakukan Pemerintah Arab Saudi karena kondisi malam yang padat dan demi kelancaran mobilitas jamaah.

“Dalam istilah Arab disebut murur, yaitu pergerakan jamaah dari Arafah menuju Mina dengan hanya melewati kawasan Muzdalifah menggunakan bus tanpa turun untuk mabit,” jelasnya.

Setelah itu, rombongan langsung menuju Mina dan menempati tenda-tenda yang telah disiapkan Pemerintah Arab Saudi untuk bermalam. Jamaah haji Kabupaten Tegal menempati Maktab Nomor 5 di Mina bersama jutaan jamaah haji dari berbagai negara.

Menurut Kusnianto, setelah wukuf di Arafah, jutaan jamaah haji dari seluruh dunia bergerak menuju Mina menggunakan ribuan armada bus yang telah disiapkan Pemerintah Arab Saudi.

Setibanya di Mina, jamaah melanjutkan rangkaian wajib haji dengan melaksanakan lempar Jumrah Aqabah pada 10 Dzulhijah di kawasan Jamarat Mina. Lokasi maktab menuju tempat lempar jumrah berjarak sekitar 7,5 kilometer dan ditempuh dengan berjalan kaki kurang lebih 60 menit.

Prosesi lempar jumrah dilakukan dengan melempar tujuh batu kerikil yang telah dipersiapkan sebelumnya. Sementara bagi jamaah lanjut usia maupun berisiko tinggi, pelaksanaan lempar jumrah dapat dibadalkan oleh anggota keluarga maupun pendamping.

Usai melaksanakan lempar Jumrah Aqabah, jamaah Kabupaten Tegal mendapat skema tanazul atau keringanan untuk langsung kembali ke hotel masing-masing di Makkah tanpa harus kembali ke Mina. Kebijakan tersebut diterapkan karena jarak maktab yang cukup jauh dari lokasi Jamarat, sekaligus untuk mengurai kepadatan di tenda Mina dan menjaga keselamatan jamaah, khususnya jamaah lanjut usia dan rentan. Jarak hotel menuju lokasi lempar jumrah juga lebih dekat, yakni sekitar 2,5 kilometer.

Pada 11 dan 12 Dzulhijah, jamaah dijadwalkan kembali melaksanakan lempar jumrah ula, wustha, dan aqabah. Selanjutnya pada 13 Dzulhijah, jamaah akan melaksanakan thawaf ifadah, sai, dan tahalul di Masjidil Haram sebagai penutup rangkaian ibadah haji.

Apabila seluruh tahapan tersebut telah selesai dilaksanakan, maka seluruh rangkaian wajib haji jamaah dinyatakan tuntas.

Rencananya, rombongan jamaah haji Kloter 3 Kabupaten Tegal akan check out dari hotel pada Selasa malam pukul 23.00 waktu setempat untuk kemudian diberangkatkan menuju Bandara Jeddah dan kembali ke Tanah Air pada Rabu pagi, 3 Juni 2026.

Nur Muktiadi