WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Selama 11 bulan terakhir ini, di Kabupaten Wonogiri telah terjadi bencana sebanyak 143 kali. Terdiri atas bencana longsor 70 kali, angin kencang (puting beliung) 40 kali, erosi 11 kali, banjir 5 kali, tanah ambles 3 kali, tanah bergerak 2 kali, kebakaran lahan 6 kali dan tersambar petir 1 kali.
Kepala Badan Penanggulangan Daerah (BPBD) Kabupaten Wonogiri, Fuad Wahyu Pratama, Selasa (25/11/25), menyatakan, bencana selama tahun 2025 sampai dengan Tanggal 22 Nopember 2025 tersebut, telah menimbulkan kerugian Rp 3,23 miliar. ”Musibah kebakaran skala besar terjadi pada Pasar Kota Wonogiri Tanggal 6 Oktober 2025,” ujarnya.
Bagian Prokopim Pemkab Wonogiri, mengabarkan, Selasa (22/11/25), bertempat di Alun-alun Giri Krida Bakti depan Kantor Bupati Wonogiri, digelar apel gelar pasukan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi. Ini dilakukan dalam menyikapi belakangan ini Kabupaten Wonogiri telah memasuki musim penghujan.
Ketua BPBD Kabupaten Wonogiri, Fuad, menyatakan, apel gelar pasukan kesiapsiagaan tersebut, dilakukan sebagai tindak lanjut dari instruksi Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia (Mendgri). Tujuannya untuk menyikapi prediksi cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Yakni mengenai datangnya musim penghujan dengan intensitas tinggi antara Bulan November 2025 sampai Bulan Januari 2026 mendatang.
Apel dipimpin oleh Wakil Bupati (Wabup) Wonogiri Imron Rizkyarno, melibatkan jajaran Pemkab beserta seluruh dinas instansi terkait, Polres, Kodim 0728, para relawan dari berbagai komunitas yang eksis di Wonogiri, PMI, Damkar bersama para pihak terkait. Tema yang diusung dalam apel adalah “Meningkatkan Koordinasi dan Kualitas Pengurangan Resiko Bencana Menuju Resiliensi Berkelanjutan”.
”Jumlah peserta yang hadir dalam apel ini melebihi rencana, yaitu sebanyak mencapai 1.175 orang. Rencana awalnya adalah 1.050 peserta,” jelas Kepala BPBD Kabupaten Wonogiri Fuad Wahyu Pratama. Tujuan digelarnya apel bersama ini, sebagai bentuk kewaspadaan menghadapi kebencanaan dan menunjukkan persatuan seluruh elemen Kabupaten Wonogiri.
Potensi
Wabup Imron, mengingatkan bahwa Kabupaten Wonogiri memiliki potensi kebencanaan yang cukup tinggi. Karena itu, ditekankan perlunya peningkatan pemahaman masyarakat untuk mengurangi risiko bencana. Utamanya becana yang disebabkan oleh banjir dan tanah longsor.
Bersamaan dengan apel tersebut, diserahkan uang santunan jaminan kecelakaan kerja kepada ahli waris salah seorang relawan. Yakni Samsudin, yang tergabung dalam Relawan Desa Bulurejo Kecamatan Nguntoronadi Kabupaten Wonogiri dan Relawan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Wonogiri.
Juga dilakukan penyerahan penghargaan kepada pihak-pihak yang membantu penanganan musibah kebakaran Pasar Kota Wonogiri. Dalam kesempatan ini, Bupati berpesan tentang pentingnya melakukan upaya untuk memperkuat kesetiakawanan sosial. Juga kesiapsiagaan dalam penanganan serta pengurangan risiko bencana di Kabupaten Wonogiri.
Apel dimeriahkan dengan peragaan kesiapsiagaan simulasi Urban Search and Rescue (USAR), yang mengilustrasikan kejadian bencana gempa bumi disertai hujan deras dan angin kencang. Yang mengakibatkan beberapa pohon tumbang menimpa 1 bangunan serta 1 kendaraan roda 4, di mana terdapat korban jiwa di dalamnya.
Tim USAR yang diturunkan sudah melalui pendidikan, pelatihan dan sertifikasi dari Badan SAR Nasional, dan berada di bawah pembinaan Ketua SAR Wonogiri AKP Setiyono. Mereka terdiri atas Michel, Ikhwan, Hanjani, Fitra, Riyanto, Teguh, Faris, dan Suryono.
Kasi Humas Polres Wonogiri AKP Anom Prabowo, mengabarkan, sebelumnya Wakapolres Kompol Prawanto memimpin apel kesiapsiagaan yang sama di halaman Mapolres. Sebelum kemudian mengikuti apel di Alun-alun Giri Krida Bakti.(Bambang Pur)













